Phnom Penh & Siem Reap (Kamboja)

Halooo heeelloooo Hoollloooo

Gw nulis blog ini buat kalian yang penasaran ada apa sih di Kamboja??? Sebelum gw berangkat gw coba cari-cari info di group backpacker dan hasilnya kurang memuaskan, kayaknya ga banyak orang Indonesia yang jalan-jalan kesana. Well mungkin karena negaranya kurang menarik kali yah?? Rata-rata wisata di Kamboja menawarkan cerita tentang kepedihan komunis “khmer rouge” buat gw emang ga menarik sama sekali, but beginilah cerita gw selama disana.

Phnom Penh, Ibu kota Kamboja

Perjalanan dari Singapore -> Phnom Penh ditempuh selama 2 Jam menggunakan maskapai Jetsar Airlines. Sesampainya di Airport gw sarankan untuk menggunakan taxi resmi yang letaknya di luar pintu kedatangan dengan harga fix yaitu USD 12. Mata uang yang digunakan adalah USD sebenarnya ada mata uang mereka sendiri yaitu KHR atau Riel Kamboja tetapi orang2 lebih memilih menggunakan USD dalam proses jual-beli dan memberikan kembalian kecil dalam KHR.

Dulu waktu jaman sekolah gw inget belajar mengenai negara tetangga ASEAN dan here I’m ada di Ibu kota negara kamboja yaitu Phnom Penh. Dikenal dengan julukan The Pearl of Asia karena banyaknya bangunan bergaya Perancis disana. Dulunya Phnom Penh dikenal dengan nama Caktomuk, begitu juga Kamboja dulunya disebut dengan Khmer.Β  Pada tahun 1968-1975 terjadi gerakan Khmer Rouge yaitu gerakan komunis besar-besaran dimana banyak penduduk sipil dibunuh dan dibantai, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa menjadi korban. Saat ini banyak tempat pembantaian seperti sekolah, rumah sakit, museum dijadikan objek wisata but sorry for me its a big no to visit. Jujur aja gw ga tega dan ga mau traveling time gw yang harusnya memberikan aura positif dan semangat baru malah bikin gw sedih sepanjang hari. Buat kalian yang ingin mengunjungi tempat pembantaian terkenal di Phnom Penh yaitu Killing Field & Tuol Sleng Prison Museum, dari namanya aja udah serem ya?

#Independence Monument

Selama di Phnom Penh kita menginap di Cozy Boutique Hotel, letaknya di street 334 Phnom Penh. Harga yang perlu dibayar adalah US$ 28/malam.Β  Kurang lebih 15 menit berjalan kaki dari hotel sampailah kita di Monumen Kemerdekaan. Bagaimana trotoar di Phnom Penh? Sedikit mengerikan karena banyak jalanan rusak, tidak ramah dengan pejalan kaki dan yang paling susah adalah menyebrang! Bayangkan aja menyebrang di zebra cross susahnya minta ampun kadang ada motor atau tuk-tuk yang nyelonong walaupun lampu merah, persis kayak diii…😁

Ok balik lagi ke Monumen kemerdekaan ini merupakan monumen yang dibangun pada tahun 1958 sebagai tanda kemerdekaan Kamboja dari kolonial Perancis. Ujung atas monumen menggambarkan kebesaran stupa bergaya khmer temple.

cam1
Independence Monument

#Riverside Phnom Penh

Merupakan wilayah dowtown di Phnom Penh. Di wilayah ini kalian bisa menemukan restaurant, tempat pijat, hotel backpacker ataupun bintang 5 semua ada disini. Banyak sekali turis asing lalu-lalang disini. Siang ataupun malam jalanan sepanjang sungai selalu ramai, gw saranin buat dateng pas matahari terbenam, gw jamin bakalan dapat foto yang instagramable banget tanpa harus menggunakan filter! Keren banget! Oia buat kalian yang suka minum beer, cobalah khmer beer or Angkor beer yang merupakan beer lokal Kamboja yang harganya super duper murah sekitar USS 0.50 atau IDR 7000 saja! Bahkan harganya jauh lebih murah dibanding segelas es teh ataupun sebotol air mineral.

camb2
Riverside Pnom Penh

#Russian Market

Kenapa namanya russian market? Ternyata di tahun 1980-an banyak sekali orang rusia yang berbelanja disini alhasil sampai sekarang turis menyebutnya sebagai russian market. Orang lokal mengenal pasar ini dengan nama Phsar Toul Tom Phuong. Mulai dari souvenir, kerajinan tangan, tas, pakaian, alat musik, sampai dengan makanan ada disini. Oia kalau belanja disini jangan segan2 untuk menawar yah semakin tega menawar semakin besar kemungkinan barang2 di bawa pulang πŸ˜€

Jam operasional pasar 8 pagi – 4 sore

#National museum

Museum ini menyimpan sejarah terbesar mengenai budaya Khmer. Di dalam museum terdapat sclupture, keramik dan berbagai macam objek mengenai angkorian maupun khmer yang ditemukan. Museum ini dibangun tahun 1917-1924 dan pembukaan pertama dilakukan pada tahun 1920. Pada tahun 1975-1979 museum ini sempat ditutup karena gerakan Khmer Rouge dan dibuka kembali pada tanggal 13 April 1979 sampai sekarang. Di tahun 1968 National museum sempat direnovasi oleh arsitektur terkenal kamboja bernama Vann Molyvann yang juga mendesign Independence Monument.

Tujuan museum dibuka tentunya untuk meningkatkan pengetahuan dan menginspirasi pengunjung. Saking mendalaminya, gw sempet berkaca-kaca waktu memasuki ruangan yang menceritakan tentang khmer rouge, gw baca mengenai cerita anak2 kecil yang juga dibantai pada saat itu, sumpah sadis!!!!

cambodia
National Museum

#Royal Palace

Layaknya negara kerajaan seperti Thailand, Kamboja juga dipimpin oleh seorang Raja yang pastinya tinggal di istana. Royal Palace Phnom Penh dibangun dipertengahan abad 19 untuk menggantikan Royal Capital Oudong. Sampai sekarang Raja yang memimpin Kamboja masih tinggal di Royal Palace. Royal Palace terbagi dalam beberapa bangunan, bangunan yang bisa dikunjungi turis adalah Silver pagoda, Throne hall, Chan Chaya pavillion. Bangunan lainnya terlarang untuk dikunjungi karena masih ada raja dan keluarganya yang tinggal disana.

Harga tiket untuk mengunjungi Royal palace adalah US$ 6,5 dan pakaian yang harus digunakan adalah pakaian yang sopan. Dengkul harus tertutup dan lengan juga harus tertutup, please selalu hargai peraturan-peraturan yang ada di negara orang, jadi kalau orang lain datang ke negara kita mereka juga akan menghargai peraturan kita, sebenernya sesimpel itu loh πŸ™‚

Jam operasional : 8 pagi – 11 siang dan jam 2 siang – 5 sore

Siem Reap, Kamboja

Setelah puas di Phnom Penh, perjalanan kita lanjutkan ke Siam Reap menggunakan bis. Bis yang gw pilih yaitu Giant Ibis, Recomend banget! Pengalaman gw naik bis ini bener2 nyaman, dijemput dengan minibus dari hotel menuju terminal, bisnya tidak kebut2an di jalan, bersihΒ  dan dapat roti pula. Biayanya US$ 16/orang, kalau dibanding dengan perusahaan bis lain, Giant Ibis adalah bis dengan harga termahal tetapi you get what you paid, right?

Siem Reap Terletak di utara kamboja, merupakan kota destinasi utama para turis asing ke Kamboja. Tempat kita menginap namanya Popular boutique hotel, harganya US$ 26/malam. Letaknya di 12 old market area, hanya 10 menit berjalan kaki menuju pub street, central market dan night market. Sangat strategis, tidak bising dan dekat dengan daerah keramaian.

#Angkor Wat

Siem Reap sangat terkenal dan menarik banyak turis asing untuk datang ke Kamboja, hal ini dikarenakan Angkor Wat yaitu komplek bangunan religius terbesar di dunia berada disini. Angkor wat adalah salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh bersama dengan beberapa bangunan lain disekelilingnya sehingga tempat ini disebut dengan Angkor archipelago site. Awalnya dibangun sebagai peninggalan agama hindu tetapi di abad ke-12 berubah menjadi peninggalan agama budha. Luas dari Angkor site ini adalah 162,6 Hektar jadi bisa kebayang kan kalau sehari aja ga akan cukup mengelilinginya oleh karena itu harga tiket/pass dibagi menjadi 3 golongan yaitu 1day pass (US$37), 3 days pass (US$62) dan 7days pass (US$ 72). Tiket yang kalian beli berlaku untuk memasuki semua bangunan candi yang ada di kawasan Angkor Archipelago site.Β  Gedung penjualan tiket letaknya sekitar 1 km dari Angkor site, kalian tinggal memilih loket sesuai dengan day pass yang kalian inginkan. Dimana letak gedung penjualan ini? Tidak perlu khawatir karena semua driver tuk-tuk ataupun driver-driver lain akan langsung membawa kalian kesini apabila tujuan utama kalian adalah Angkor wat.

Temple-Map
Courtesy tourismofcambodia.com

Waktu gw dan Nico ke Angkor wat harga tiketnya masih US$20 untuk 1 day pass (harga desember 2016) tahun ini harganya udah naik hampir 80% gilak yah. Oia di kartu pass ada foto kita loh, foto di loket dan langsung jadi macem ktp elektronik di Jakarta. Buat ke Angkor site kita sewar tuk-tuk seharga US$ 16 untuk seharian. Menurut gw Angkor wat itu sekilas mirip candi borobudur tapi jauh lebih megah dan besar. Batu yang digunakan setipe tapi kalau masalah relief gw ga begitu paham. Oia inget pakaian yang sopan, dengkul dan lengan harus tertutup yaaa…

Operating hour : 5 pagi – 6 sore

#Angkor Thom

Angkor thom adalah komplek terkenal berikutnya setelah Angkor wat. Terdiri dari beberapa bangunan candi didalamnya antara lain Candi Baphuon, Candi Phimaenakas, Candi Prasat sour prat, Candi Banyon dan The elephant of terrace. Selain kelima candi tersebut ada beberapa candi-candi kecil akan tetapi sudah rusak dimakan waktu. Titik tengah dari Angkor thom adalah Candi Banyon.

 

#Ta Prohm

Candi ini adalah candi terakhir yang kita kunjungi. Panas terik menyengat dan pipi gw yang sawo hitam aja berubah jadi merah saking seharian dibawah sinar matahari. Suhu di Siem reap berkisar antara 33-40 decel dan berdebu parah. Tapi candi satu ini tidak boleh dilewatkan karena ini tempat Lara craft shooting di film Tomb Rider. Gw inget banget di film itu mba Lara sambil pegang pistol beraksi dengan latar belakang pohon raksasa yang akarnya keluar dari dalam tanah. Yup Ta Phrom dikenal dengan nama “Jungle Temple” karena disekelilingi pohon-pohon yang luar biasa besarnya. Pohon-pohon yang ada disini antaranya pohon kapuk randu, pohon beringin, pohon winong dan pohon kesmek. Luar biasa sekali karena akar dari pohon-pohon besar ini keluar dari tanah dan merambat diskeliling tembok candi.

 

#Kampong Phluk

Setelah seharian mengelilingi Angkor site, keesokan harinya kita berpetualang ke arah utara dari Siem reap. Kita membeli paket tour menuju Kampong Phluk di travel agent seputan hotel seharga US$14/orang. Sebenarnya harga di brosur US$ 18 tetapi ingat harus di tawar ya!! Setelah aku cek dan ricek sepertinya harga segitu sudah cukup OK, melihat banyaknya scam buat turis asing dikarenakan mereka tidak mau membeli paket tour malah dikasih harga US$20/orang hanya untuk menyewa kapal disana.

Menggunakan mini-van bersama 12 orang lainnya, kita menuju Kampong Phluk. Kampong Phluk merupakan sebuah desa apung yang berada di pinggiran danau Tonle Sap yang merupakan danau air tawar terbesar di Asia Tenggara. Populainya sekitar 3000 orang, rata-rata penduduknya bekerja sebagai nelayan,ada juga peternak buaya dan petani. Mereka menggunakan air sungai dan danau untuk kegiatan sehari-hari. Tour guide gw mengatakan bahwa mainland disini bergantung pada pasang surut air, jadi ketika air surut anak-anak dapat bermain bola di lapangan. Mengunjungi desa ini memberikan pelajaran baru buat gw, terutama mengenai kehidupan lokal dari orang-orang kamboja. Saran gw buat yang mau kesini lebih baik ambil tour yang sunset karena bener-bener deh ciamik pemandangannya. Kayak foto cover blog gw ini dah😎

 

“Childhood mean simplicity, try to look the world with child’s eyes. It’s very beautiful”

Lots of loves,

CK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s