Hiking place – Macritchie Reservoir

Haloooooo

kali ini gw mau cerita tentang tempat hiking di Singapura. Salah satu tempat yang sangat natural dan wajib di kunjungi adalah Macritchie Reservoir. Macritchie merupakan reservoir pertama dan tertua di Singapura. Luasnya 12Hektar didalamnya terdapat danau reservoir yang dikelilingi hutan hujan tropis. Banyak sekali pohon-pohon besar yang bisa kalian temukan disini, spesies paling banyak adalah pohon karet. Disetiap sudut reservoir kalian bisa menemukan peta petunjuk jadi tidak usah takut untuk explore taman ini.

Ada beberapa pilihan trail / hiking track di Macritchie reservoir. Gw dan Nico hiking sejauh 8,7km dimulai dari central catchment nature reserve – treetopwalk  – prunus trail – chemperai trail. Apabila kalian mau mengelilingi seluruh reservoir jaraknya  -+12km tetapi kita berdua memotong beberapa trail yang ada, jadi sesuaikan dengan kekuatan kalian yah! Buat kalian yang mau kesini, gw saranin bawa bekal yang banyak karena disini ga ada warung. Fending machine untuk minuman juga susah untuk ditemukan. Oia satu lagi toilet hanya ada di 1 titik dan toiletnya kurang bersih.

Disini ada jembatan gantung terkenal yaitu Tree top walk. Jembatan ini super kece dan merupakan jembatan yang dibangun dengan sponsor dari bank HSBC. Panjangnya 250m dengan ketinggian sekitar 25m. Untuk merasakan jalan di atas jembatan ini kalian harus mengantri karena  jembatan ini hanya bisa menampung berat maksimal 1000kg jadi jalannya harus bergiliran. Belom lagi kalau ada monyet yang nangkring di pagar jembatan, hal itu makin memperlambat antrian karena banyak orang yang takut jalan terlalu dekat dengan monyet. Emang sih monyet disini nyeremin apalagi kalo senyum taringnya keluar semua 😅

Dari atas jembatan kalian bisa melihat pemandangan yang hijau menyegarkan mata dan keren banget! Jarak dari pintu masuk reservoir sampai treetop walk sekitar 4,5km atau sekitar 2jam berjalan kaki. Tapi worth it buat didatangi ko! Oia dari treetop walk menuju trail utama kalian harus melewati ratusan anak tangga yang curam karena letak treetop walk ini ada di puncak reservoir. Cukup ngos-ngosan lah pokoknya!

Setelah dari treetop walk kita menuju menara yang disebut Jelutong tower. Menara itu tingginya 30 meter dan biasanya digunakan untuk bird sightseeing. kalo buat gw dan nico untuk poto2 aja lah ya! Trail terakhir kita menyusuri Singapore island county golf dan berjalan menyusuri reservoir. Sepanjang perjalanan kita ketemu beberapa binatang reptil yang leluasa lalu lalang. Jujur kadang gw kaget setiap ada gerakan dari pohon, mulai dari biawak, bunglon, kadal, ular kecil ada lah disini.

5 jam sudah kita berjalan di dalam Macritchie reservoir dan saatnya kembali ke rumah. Stasiun MRT terdekat dengan Macritchie adalah Marymount (yellow line). Overall menurut gw bagus banget untuk rekreasi alam, ini yang bikin gw amaze sama Singapura yang masih punya hutan dan dirawat sebaik mungkin dan berguna bagi orang banyak.

Sekian cerita dari gw mengenai sisi lain dari Singapura, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi 🙂

Jam buka Macritchie Reservoir : 9 pagi – 5 sore ( selasa – minggu)

Lots of love,

CK

Sepeda-an di Pulau Ubin Singapura

Mapboard Sign
Courtesy nparks.gov.sg

Hallloooooooowwww Apa kabar semua??

Gw mau cerita tentang weekend gw sama nico, kali ini kita explore ke Pulau ubin. Pulau ubin adalah pulau kecil yang luasnya 10,19 km2 terletak di timur laut Singapura. Satu-satunya cara menuju ke Pulau Ubin adalah menyebrangi laut menggunakan kapal dengan kapasitas 12 orang dari Changi point ferry terminal. Biaya yang dikenakan adalah SG$ 3/ orang. Kapal akan berangkat apabila penumpang sudah mencapai 12 orang dan perjalanan menuju Pulau ubin memakan waktu sekitar 15 menit saja.

Pulau ubin terkenal untuk hiking dan bersepeda. Sesampainya di dermaga Pulau ubin kalian akan disambut dengan toko yang menyewakan sepeda. Harga sewa untuk seharian yaitu $5 – $25 tergantung jenis sepeda dan sesuaikan juga tergantung dengan budget kalian ya! Kita memilih sepeda dengan gear yang bisa diubah-ubah sehingga memudahkan kita untuk menanjak dan menurun, harganya SG$ 10 untuk sehari penuh.

Persepedaan pun kita mulai, hal pertama yang kita lakukan adalah mencari peta penunjuk jalan. Tenang saja disetiap sudut pulau kalian bisa menemukan peta jadi tidak perlu takut tersesat. Ada beberapa trail yang bisa dilalui dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Kalau kalian sewa sepeda biasanya akan dikasih map gratis dari toko.

Semakin masuk ke dalam pulau, kalian akan merasakan suasana yang sangat berbeda seakan-akan kalian berada di Singapura pada tahun 1960an. Kalian akan disambut dengan kebun kelapa sawit dan kebun karet. Jalanan disini hanya sebagian yang di aspal, sisanya masih berbatu dan menanjak parah! Matahari yang super terik dan kondisi jalanan yang naik turun bener2 menguras energi gw, hampir setiap 500m gw istirahat karena ngos-ngosan parah banget! Buat yang jarang naik sepeda kayak gw, gw   saranin jangan ke Blue square grade trail (trail biru) dan Black diamond grade trail (trail hitam) karena jalanannya kecil, berbatu dan kondisi jalanannya naik turun bahkan ada yang udah turunan dan menikung! Lebih baik kalian yang mau enjoy santai naik sepedahnya, pilih lah trail abu2 (grey trail) karena jalannya besar dan di aspal jadi mengayuh sepedanya ga begitu berat.

 Selain jalur sepeda, ada beberapa spot yang hanya bisa kalian datangi dengan berjalan kaki. Jadi kalian diharuskan memarkirkan sepeda di tempat yang sudah disediakan dan hiking deh. Oia kalian harus ingat jenis sepeda kalian yah karena sepeda disini hampir sama semua dan kadang tertukar. Gw saranin kasih tanda or sewa kunci sepeda di toko tempat kalian sewa. Kita stop di beberapa hiking place, salah satunya ini yang keren abis namanya Puaka hill. Waktu tempuh sekitar 15-20 menit untuk sampai ke puncak. Jalanannya sangat berbatu dan banyak sekali anak tangganya. Banyak orang kesini untuk mengejar sunset karena pemandangan dari danau bekas tambang yang disebut “ubin quarry” yang super keren!
Selanjutnya kita bersepeda ke Chek Jawa wetlands yang merupakan salah satu wilayah reklamasi di Singapura. Disini sangat unik dan kaya akan ekosistem. Kalian harus parkir sepeda di dekat Punai hut dan berjalan kaki menuju broadwalk berupa jalur sepanjang 1 km memutari hutan mangrove. Broadwalk ini tergantung dengan pasang surut, apabila pasang tentu saja kalian tidak bisa masuk sama sekali ke taman mangrove ini.
Buat kalian yang mau kesini jangan lupa persiapkan sun cream, topi, cream anti nyamuk, sepatu, jas hujan dan bawalah bekal makanan. Di pulau ubin banyak restaurant seafood tapi gw g tau enak apa engga dan yang pasti mahal ya namanya juga Singapura.
Sekian cerita dari gw, semoga membantu dan menambah pengetahuan kalian!
Lots of love,
CK

Short trip di HCMC (Old time Saigon)

Akhirnya setelah sekian lama gw mengunjungi salah satu di kota Vietnam yaitu  Ho Chi Minh City! Ibukota dari Negara Vietnam ini dulunya dikenal dengan nama Saigon. Karena HCMC merupakan bekas kolonial negara Perancis tak heran banyak sekali bangunan disana yang bergaya Renaissance (arsitektur Perancis). Saat ini HCMC menjadi kota dengan populasi paling tinggi di Vietnam yaitu mencapai 10 juta penduduk.

Sesampainya di Airport Internasional Tan Son Nhat, gw dan Nico langsung menuju taxi line di luar Airport. Jeleknya di HCMC tidak ada fix price untuk taxi menuju pusat kota, jadi harus tawar menawar parah! Kalau kata papa mertua gw selalu bagi 3 setiap harga yang mereka berikan!

Kita stay di daerah distrik 1 yang dikenal dengan “urban district” oleh orang Vietnam. HCMC dibagi menjadi 10 distrik dimana distrik 1 merupakan wilayah administrasi pemerintahan, konsulat dan gedung tinggi berkumpul di distrik ini. Semua bangunan yang menjadi daya tarik wisatawan juga terletak disini, ga heran kalau di distrik 1 banyak sekali turis lalu-lalang.

Nama hotelnya Huong Sen Hotel dengan harga SG$ 80/ malam. Kamarnya sangat cozy, tidak berisik walaupun terletak di pinggir jalan tetapi wifi di hotel kurang cepat. Yang paling gw senang karena letaknya sangat strategis dan bisa berjalan kaki menuju Municipal theater,  Notre-dame, Central pos office, Reunification Palace dan City hall.

IMG_5720

Mata uang negara Vietnam adalah Vietnam Dong (VND). Gw sangat-sangat menikmati makanan khas mereka yang disebut “Pho”. Gw bakalan tulis terpisah mengenai makanan Vietnam yang gw coba dan sekarang gw cerita tentang tempat wisata yang bisa dikunjungi dulu ya !

#HoChiMinhCityHall

Gedung pemerintahan di HCMC ini sangat menarik bagi wisatawan. Walaupun tidak dibuka untuk umum, tetap banyak sekali turis yang datang kesini terutama di malam hari untuk berfoto. Didepan gedung terdapat patung Bapak Ho Chi Minh yang merupakan tokoh penting di Vietnam.

IMG_5703

#CentralPostOffice

Gw juga heran kenapa pos office ini terkenal banget? Ternyata semenjak dibangun di tahun 1886, sampai saat ini kantor pos ini tetap beroprasi. Gaya bangunan Renaissance sangat terasa di dalam Central Post office. Selain menjadi kantor pos, saat ini Central Post office bertambah fungsi menjadi souvenir market karena banyaknya turis yang datang. Didalam bangunan terdapat gambar peta yang menjelaskan tentang jalur pengiriman surat di tahun 1892 yang dikenal dengan “Ligne Telegraphiques du sud Vietnam et Cambodge 1892”.

#NotreDameBasiliqueofSaigon

Katedral ini terletak di pusat kota HCMC. Dibangun pada tahun 1863 dimana semua bahan bagunan yang digunakan di import dari kota Touluse di Perancis. Bangunan ini mirip dengan Notre-Dame di Paris Perancis tetapi lebih kecil. Bangunan ini dirawat dengan baik dan dijadikan tempat wisata. Kalian bisa memasukki katedral secara gratis pada hari senin – sabtu pukul 8  10.30 pagi &  3-4 sore.

#MunicipalTheater

Bangunan ini keren banget! Mengingatkan gw waktu jalan-jalan di Perancis. Dikenal juga dengan nama Saigon Opera House, dibangun pada tahun 1889 oleh arsitek Perancis. Pada tahun 2012 bangunan ini mendapatkan sertifikasi “National Relic” dan saat ini bangunan berfungsi sebagai tempat diselenggarakaanya konser atau acara musik kelas dunia. Cek langsung ke website mereka untuk mengetahui agenda acara yang sedang berlangsung.

#ReunificationPalace

atau bisa disebut dengan Independence Palace. Bangunan ini dibangun pada tahun 1962 dan dijadikan markas serta rumah kepresidenan di tahun 1975 saat perang vietnam terjadi. Biaya masuknya VND 30.000 /orang. Jam operasional yaitu 7.30-11.30 pagi & 1-5 sore.

Saat ini Reunification Palace dijadikan museum untuk mengenang kemerdekaan maupun perpecahan yang terjadi di Vietnam. Waktu gw masuk kesini, gw ngerasa seperti kembali ke masa lalu. Di lantai paling atas terdapat helipad lengkap dengan helikopternya, lalu banyak sekali ruang pertemuan dengan dekorasi tradisional. Buat gw ruangan paling menarik yaitu di basement labyrinth yang merupakan ruang kontrol untuk perang. Banyak sekali peta dan alat komunikasi jadul.

Sekian cerita gw dari HCMC yang bisa gw share ke kalian. Semoga menginspirasi dan menambah informasi buat kalian yang mau dan belum pernah kesana. Segera cek tiket promo ke HCMC guys!

“Travel is the only thing you buy but make you richer”

Lot of loves,

CK