Makan Paella enak banget di PasarBella GrandStand

Kali ini gw mau cerita tentang pengalaman gw ke Pasarbella di Grandstand. Pasarbella itu gabungan dari food court dan market yang menjual bahan makanan premium. Yang menarik dari Pasarbella adalah atmosphere disana yang cozy, unik dan beda dengan food court lainnya. Buat kalian yang suka mencoba kuliner baru dan tempat yang instagramable wajib mendatangi Pasarbella di Grandstand.

Gw sendiri yang tinggal di Singapore baru 2 kali main ke Pasarbella di Grandstand karena letaknya yang cukup jauh dari rumah. Sebenernya ada juga Pasarbella di Suntec city tetapi menurut gw, stand makanan dan meja yang disediakan kurang banyak. Mungkin mengingat biaya sewa tempat di Suntec yang jauh lebih mahal sehingga tempatnya sangat terbatas dibandingkan Pasarbella di Grandstand yang luasnya minta ampun.

Stand makanan yang ada di Pasarbella rata-rata adalah makanan internasional seperti makanan dari Eropa, Amerika, Asia dan ada juga beberapa stand lokal, untuk mengetahui stand makanan apa saja yang ada di Pasarbella bisa cek di sini Stand makanan Pasarbella @ Grandstand & stand makanan Pasarbella @ Suntec city.

Waktu gw keliling di Pasarbella, gw sempat bingung harus makan apa dan pilihan gw jatuh ke PAPITO’S Paella yang ruame banget standnya. Asumsi gw pasti enak lah yaa kalau orang rela antri panjang demi makanan. Benar saja setelah giliran gw tiba, gw pesan paella plus seafood. Harga seporsi paella original SG$ 13 dan tambahan seafood SG$ 2.5. Sebelum cerita lebih jauh lagi, gw akan menjelaskan tentang paella. Paella adalah makanan khas dari Spanyol berupa nasi berbumbu yang biasanya dicampur dengan seafood. Yang membuat paella istimewa adalah salah satu bahan rempah yang digunakan dalam pembuatannya yaitu saffron yang memberikan cita rasa khusus dan warna kekuningan pada paella. Menurut research, saffron ini merupakan bumbu rempah termahal di dunia. Mungkin itu yang membuat harga paella cukup tinggi disini. Sekian penjelasannya dan waktu gw mencicipi paella ini WOW rasanya unik dan enak!! Wajib di coba!

Setelah puas di Pasarbella kalian bisa keliling grandstand yang merupakan mall dengan berbagai macam atraksi yang ada bagi anak-anak maupun orang dewasa. Grandstand terletak di 200 turf road Singapore. Letaknya memang jauh dari pusat kota dan keramaian di Singapura tetapi Grandstand menyiapkan shuttle bus gratis untuk pengunjung. Shuttle bus akan menjemput kalian di MRT station/ bus station terdekat.

shuttle
courtesy thegrandstand.com

Ok sekian cerita gw, semoga menambah pengetahuan buat kalian yang hobi kuliner dan hobi hunting tempat yang instagramable!

kategori : non halal food

Lots of love,

CK

Advertisements

Short trip di HCMC (Old time Saigon)

Akhirnya setelah sekian lama gw mengunjungi salah satu di kota Vietnam yaitu  Ho Chi Minh City! Ibukota dari Negara Vietnam ini dulunya dikenal dengan nama Saigon. Karena HCMC merupakan bekas kolonial negara Perancis tak heran banyak sekali bangunan disana yang bergaya Renaissance (arsitektur Perancis). Saat ini HCMC menjadi kota dengan populasi paling tinggi di Vietnam yaitu mencapai 10 juta penduduk.

Sesampainya di Airport Internasional Tan Son Nhat, gw dan Nico langsung menuju taxi line di luar Airport. Jeleknya di HCMC tidak ada fix price untuk taxi menuju pusat kota, jadi harus tawar menawar parah! Kalau kata papa mertua gw selalu bagi 3 setiap harga yang mereka berikan!

Kita stay di daerah distrik 1 yang dikenal dengan “urban district” oleh orang Vietnam. HCMC dibagi menjadi 10 distrik dimana distrik 1 merupakan wilayah administrasi pemerintahan, konsulat dan gedung tinggi berkumpul di distrik ini. Semua bangunan yang menjadi daya tarik wisatawan juga terletak disini, ga heran kalau di distrik 1 banyak sekali turis lalu-lalang.

Nama hotelnya Huong Sen Hotel dengan harga SG$ 80/ malam. Kamarnya sangat cozy, tidak berisik walaupun terletak di pinggir jalan tetapi wifi di hotel kurang cepat. Yang paling gw senang karena letaknya sangat strategis dan bisa berjalan kaki menuju Municipal theater,  Notre-dame, Central pos office, Reunification Palace dan City hall.

IMG_5720

Mata uang negara Vietnam adalah Vietnam Dong (VND). Gw sangat-sangat menikmati makanan khas mereka yang disebut “Pho”. Gw bakalan tulis terpisah mengenai makanan Vietnam yang gw coba dan sekarang gw cerita tentang tempat wisata yang bisa dikunjungi dulu ya !

#HoChiMinhCityHall

Gedung pemerintahan di HCMC ini sangat menarik bagi wisatawan. Walaupun tidak dibuka untuk umum, tetap banyak sekali turis yang datang kesini terutama di malam hari untuk berfoto. Didepan gedung terdapat patung Bapak Ho Chi Minh yang merupakan tokoh penting di Vietnam.

IMG_5703

#CentralPostOffice

Gw juga heran kenapa pos office ini terkenal banget? Ternyata semenjak dibangun di tahun 1886, sampai saat ini kantor pos ini tetap beroprasi. Gaya bangunan Renaissance sangat terasa di dalam Central Post office. Selain menjadi kantor pos, saat ini Central Post office bertambah fungsi menjadi souvenir market karena banyaknya turis yang datang. Didalam bangunan terdapat gambar peta yang menjelaskan tentang jalur pengiriman surat di tahun 1892 yang dikenal dengan “Ligne Telegraphiques du sud Vietnam et Cambodge 1892”.

#NotreDameBasiliqueofSaigon

Katedral ini terletak di pusat kota HCMC. Dibangun pada tahun 1863 dimana semua bahan bagunan yang digunakan di import dari kota Touluse di Perancis. Bangunan ini mirip dengan Notre-Dame di Paris Perancis tetapi lebih kecil. Bangunan ini dirawat dengan baik dan dijadikan tempat wisata. Kalian bisa memasukki katedral secara gratis pada hari senin – sabtu pukul 8  10.30 pagi &  3-4 sore.

#MunicipalTheater

Bangunan ini keren banget! Mengingatkan gw waktu jalan-jalan di Perancis. Dikenal juga dengan nama Saigon Opera House, dibangun pada tahun 1889 oleh arsitek Perancis. Pada tahun 2012 bangunan ini mendapatkan sertifikasi “National Relic” dan saat ini bangunan berfungsi sebagai tempat diselenggarakaanya konser atau acara musik kelas dunia. Cek langsung ke website mereka untuk mengetahui agenda acara yang sedang berlangsung.

#ReunificationPalace

atau bisa disebut dengan Independence Palace. Bangunan ini dibangun pada tahun 1962 dan dijadikan markas serta rumah kepresidenan di tahun 1975 saat perang vietnam terjadi. Biaya masuknya VND 30.000 /orang. Jam operasional yaitu 7.30-11.30 pagi & 1-5 sore.

Saat ini Reunification Palace dijadikan museum untuk mengenang kemerdekaan maupun perpecahan yang terjadi di Vietnam. Waktu gw masuk kesini, gw ngerasa seperti kembali ke masa lalu. Di lantai paling atas terdapat helipad lengkap dengan helikopternya, lalu banyak sekali ruang pertemuan dengan dekorasi tradisional. Buat gw ruangan paling menarik yaitu di basement labyrinth yang merupakan ruang kontrol untuk perang. Banyak sekali peta dan alat komunikasi jadul.

Sekian cerita gw dari HCMC yang bisa gw share ke kalian. Semoga menginspirasi dan menambah informasi buat kalian yang mau dan belum pernah kesana. Segera cek tiket promo ke HCMC guys!

“Travel is the only thing you buy but make you richer”

Lot of loves,

CK

 

1 minggu di 3 kota (Thailand)

Chon buri, Thailand

Perjalanan kali ini dimulai dari Singapore -> Bangkok menggunakan Jetstar airlines selama 2 jam 30 menit. Sesampainya di Suvarnabhumi Airport kita sudah dijemput oleh mobil dari resort tempat kita akan menginap yaitu Pattana Golf Club & Resort, letaknya di Chonburi distrik sekitar 100km ke arah selatan Bangkok. Kita stay disini yang jauh dari mana-mana karena Nico harus mendatangi pabrik milik client yang letaknya di daerah Industrial Rayong atau 10 menit berkendaraan dari resort. Yang pengen tahu mengenai Pattana Golf Club & Resort bisa cek langsung ke websitenya ini. Menurut gw, resort ini bagus banget, dengan harga yang kita dapet sekitar SGD 80/malam kalian bisa mendapatkan  pemandangan super cantik perpaduan antara gunung lengkap dengan danau yang menyegarkan mata. Resort ini sering dijadikan tempat tournament dan juga tempat berkumpulnya pecinta golf dari berbagai daerah di Thailand atau bahkan negara tetangga. Pattana golf memiliki 27-holes dengan harga TBH 600/game, murah bukan???
Apa yang bisa dilakukan di Chon Buri? Khusus di tempat gw menginap, kalian bisa berenang, jacuzzi, spa dan main golf. Kalau di seputarannya, ga banyak yang bisa dilakukan karena di daerah ini tempatnya pabrik-pabrik besar berada, pastinya turis lebih milih ke daerah pantai seperti Pattaya yang jaraknya kurang lebih 45 menit dari sini.
 Pattaya, Thailand

Setelah urusan Nico selesai, kita melanjutkan perjalanan ke Pattaya. Yup Pattaya adalah salah satu distrik yang menarik di Thailand. Pattaya ramai dikunjungi turis setiap tahunnya baik turis asing maupun lokal. Kalau dari Bangkok banyak sekali tour travel yang menawarkan paket singkat ke Pattaya untuk menikmati pantai. Padahal menurut gw pantai di Pattaya biasa aja (sorry to say), bahkan gw dan Nico ga main di pantai sama sekali selama di Pattaya. Kali ini kita menginap di Agate Pattaya boutique hotel, letaknya di daerah Jomtien beach. Karena namanya boutique hotel tentu saja dekorasi kamarnya khas Thai dan pastinya unik. Untuk menikmati hotel ini kita merogoh kocek SGD 50/malam setara dengan IDR. 476.000 sudah  termaksud sarapan dan welcome drink di pool bar!!😍😍

Selama di pattaya kita memilih grab sebagai alat transportasi, selain karena harganya fix tidak perlu cape menawar, kita tidak perlu pusing menjelaskan kemana kita akan pergi, sangat praktis.
#Floating market Pattaya
Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Floating Market Pattaya. Biaya untuk grab dari hotel TBH 300 dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Sebenernya tempat ini merupakan pasar rakyat yang dijadikan tempat wisata, tujuannya tentu saja mengenalkan kepada turis tradisi berbelanja khas orang thai. Didalam floating market kalian bisa menemukan banyak sekali toko pernak pernik dan stand makanan khas Thailand. Tiket masuk harganya TBH 200/orang apabila ingin berkeliling menggunakan perahu harganya menjadi TBH 800/orang.
#Pattaya Walking Street
Terkenal dengan kehidupan malamnya, Pattaya walking street merupakan jalan yang terkenal di Pattaya. Disepanjang jalan kalian bisa menemukan seafood restaurants, bars, diskotik dan go-go bars yaitu sejenis bar yang terkenal dengan sex shownya!!!😭😅😅 Pattaya walking street adalah jalanan yang menghubungkan antara pantai selatan Pattaya sampai dengan dermaga bali hai. Jalanan ini ditutup setiap harinya mulai pukul 18.00 – 02.00 dini hari. Sex show, prostitusi, she-male show merupakan daya tarik tersendiri di Thailand sepertinya show macam begini legal disana.  Apabila kalian tertarik untuk melihat sex show secara langsung, bisa juga liat perempuan Thai main pingpong pake Vjjjjjj, oia ada juga show perempuan buka botol pake Vjjjj! Jangan kaget kalau kalian jalan sepanjang walking street, kalian bakalan ditawarin brosur yang isinya gambar porno 😂 Jujur aja gw sempet tertarik buat melihat tapi Nico ga mau katanya DISGUSTING!! Lagipula sebelum ke sini ada temen kita yang cerita kalo show begitu banyak scam, mereka akan kasih harga murah untuk shownya tetapi kita akan dipaksa beli minum yang harganya bisa sampe SGD 60/botol GILAK!!
#Sanctuary of Thruth
Next place to visit yaitu Sanctuary of truth. Bangunan yang terbuat dari kayu ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk sculpture yang menceritakan tentang  perpaduan kebudayaan budha dan hindu. Bangunan ini merupakan project seorang pengusaha asal Thailand yaitu Lek Vriyaphat. Bangunan ini bergaya Khmer dan menggambarkan tentang kehidupan, siklus hidup, hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan tujuan hidup dari manusia itu sendiri. . Menurut gw bangunan ini bagus banget, sculpture di dalam bener2 superb! Sayangnya waktu kita kesana lagi ada renovasi besar2an jadi banyak banget tukang dan terpal2 di setiap sisinya 😕

Bangkok, Thailand

Kota terakhir yang kita datangi dalam trip ini yaitu Bangkok! Selamat datang di ibukota yang ga jauh beda sama Jakarta, ketika memasuki Bangkok kita disambut sama macetossss yang gilatoooossss! Selama di Bangkok Kita stay di Courtyard by Marriot, hotelnya gimana? ya bagus namanya juga Marriot group, pastinya mewah cuma ga khas Thailand gitu deh.
Letak hotel kita strategis banget di pusat kota Bangkok dekat dengan Shopping place and business district, gampang untuk jalan kaki kemana-mana. Stasiun BTS terdekat dengan hotel yaitu Ratchadamri, dari Stasiun BTS kita bisa dengan mudah menjangkau daerah yang diinginkan tanpa merasakan macet.

#Pratunam Market

Jaraknya sekitar 1,2km atau 20 menit jalan kaki dari hotel. Pratunam market merupakan pusat belanja pakaian terbesar di Thailand. Kalo di Jakarta macem tanah abang karena sistemnya semakin banyak belinya semakin murah harganya. Gw ketemu banyak banget orang Indonesia disini pada bawa koper, kayaknya mereka pada punya toko or online shop gitu. Pakaian wanita dari dress, celana pendek, kaos, jeans, blouse atau apaan aja kalian bisa sebutkan ada disini jadi wajar kalau banyak yang khilaf ya belanjanya 😂

#platinum mall

Letaknya bersebrangan dengan pratunam market, bedanya kalau toko-toko di pratunam market lebih menyebar dan lebih murah sedangkan di Platinum mall lebih tertata rapi. Setiap lantai ada petunjuk toko, walaupun barang-barangnya sama tetapi tentu saja harganya lebih mahal. Menurut gw belanja di mall ini lebih nyaman.

#Royal Palace Bangkok

Dari hotel kita menggunakan BTS dari stasion Ratchadamri sampai Taksin. Dilanjutkan dengan Chayo Pharaya express boat rute orange. Palace ini letaknya di Jantung kota Bangkok, semenjak di bangun Royal palace merupakan kediaman raja. Pada tahun 1925 Raja Bhumibol Adulyadej (yang baru saja meninggal) memindahkan kediaman raja ke Dusit palace. Saat ini Royal Palace digunakan untuk acarabkerajaan dan juga sebagai tempat wisata yang terkenal di Bangkok. Memang terkenal banget sih karena waktu kita kesini ramenya minta ampun. Biaya untuk melihat megahnya Royal Palace adalah TBH 500/orang. Oia ada peraturan bagi pengunjung, karena ini merupakan tempat terhormat bagi raja maka pakaian pengunjung harus sopan. Sopan disini artinya tertutup, kaki harus tertutup, baju harus berlengan, telapak kaki juga harus tetutup, bisa bayangin panas2 kelekepan?? ya gitu deh rasanya 😁 Buat pengunjung yang pakaiannya tidak memenuhi persyaratan jangan khawatir karena Royal Palace menyediakan penyewaan gratis.

#Jim Thompson House

Tempat terakhir yang kita kunjungi yaitu Jim Thompson House. Siapa sih dy? Kenapa rumahnya terkenal?. Jim Thompson adalah pebisnis amerika yang membangun Thai silk company. Kurang lebih 25 tahun beliau tinggal di Thailand. Karena dedikasi beliau memajukan industri sutra di Thailand beliau dinobatkan dengan White Elephant (penghargaan dari kerajaan Thailand bagi orang2 terhormat). Selain memiliki Thai silk company,  Jim Thompson jrajin mengumpulkan barang antik dari negara tetangga seperti Myanmar, Cambodia dan Laos. Jim Thompson house merupakan gabungan dari 6 bangunan bergaya Thailand dan saat ini dijadikan museum. Didalam museum kita dijelaskan mengenai kehidupan Jim Thompson dan kita bisa melihat barang2 seni koleksi beliau. Biaya untuk melihat tempat ini adalah TBH 150/orang sudah termaksud dengan guide tour sesuai bahasa yang kita inginkan ada Inggris, Perancis, Jerman, China, Jepang, Belanda, Korea. Sangat murah biayanya bukan? Museum ini memang tidak terlalu besar dan museum ini terkoordinasi sangat baik. Selama tour di dalam rumah kita tidak boleh mengambil foto ataupun video, hanya area luar yang boleh di foto. Kenapa? Kata guide tour untuk menjaga agar barang2 tidak rusak??Tau dahhh ikutin ajaaa…

Ya begitulah kira2 cerita ke Thailand kali ini, Semoga tulisannya menghibur, menginspirasi dan membantu bagi yang membacanya..

Lots of love,

Cika

Phnom Penh & Siem Reap (Kamboja)

Halooo heeelloooo Hoollloooo

Gw nulis blog ini buat kalian yang penasaran ada apa sih di Kamboja??? Sebelum gw berangkat gw coba cari-cari info di group backpacker dan hasilnya kurang memuaskan, kayaknya ga banyak orang Indonesia yang jalan-jalan kesana. Well mungkin karena negaranya kurang menarik kali yah?? Rata-rata wisata di Kamboja menawarkan cerita tentang kepedihan komunis “khmer rouge” buat gw emang ga menarik sama sekali, but beginilah cerita gw selama disana.

Phnom Penh, Ibu kota Kamboja

Perjalanan dari Singapore -> Phnom Penh ditempuh selama 2 Jam menggunakan maskapai Jetsar Airlines. Sesampainya di Airport gw sarankan untuk menggunakan taxi resmi yang letaknya di luar pintu kedatangan dengan harga fix yaitu USD 12. Mata uang yang digunakan adalah USD sebenarnya ada mata uang mereka sendiri yaitu KHR atau Riel Kamboja tetapi orang2 lebih memilih menggunakan USD dalam proses jual-beli dan memberikan kembalian kecil dalam KHR.

Dulu waktu jaman sekolah gw inget belajar mengenai negara tetangga ASEAN dan here I’m ada di Ibu kota negara kamboja yaitu Phnom Penh. Dikenal dengan julukan The Pearl of Asia karena banyaknya bangunan bergaya Perancis disana. Dulunya Phnom Penh dikenal dengan nama Caktomuk, begitu juga Kamboja dulunya disebut dengan Khmer.  Pada tahun 1968-1975 terjadi gerakan Khmer Rouge yaitu gerakan komunis besar-besaran dimana banyak penduduk sipil dibunuh dan dibantai, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa menjadi korban. Saat ini banyak tempat pembantaian seperti sekolah, rumah sakit, museum dijadikan objek wisata but sorry for me its a big no to visit. Jujur aja gw ga tega dan ga mau traveling time gw yang harusnya memberikan aura positif dan semangat baru malah bikin gw sedih sepanjang hari. Buat kalian yang ingin mengunjungi tempat pembantaian terkenal di Phnom Penh yaitu Killing Field & Tuol Sleng Prison Museum, dari namanya aja udah serem ya?

#Independence Monument

Selama di Phnom Penh kita menginap di Cozy Boutique Hotel, letaknya di street 334 Phnom Penh. Harga yang perlu dibayar adalah US$ 28/malam.  Kurang lebih 15 menit berjalan kaki dari hotel sampailah kita di Monumen Kemerdekaan. Bagaimana trotoar di Phnom Penh? Sedikit mengerikan karena banyak jalanan rusak, tidak ramah dengan pejalan kaki dan yang paling susah adalah menyebrang! Bayangkan aja menyebrang di zebra cross susahnya minta ampun kadang ada motor atau tuk-tuk yang nyelonong walaupun lampu merah, persis kayak diii…😁

Ok balik lagi ke Monumen kemerdekaan ini merupakan monumen yang dibangun pada tahun 1958 sebagai tanda kemerdekaan Kamboja dari kolonial Perancis. Ujung atas monumen menggambarkan kebesaran stupa bergaya khmer temple.

cam1
Independence Monument

#Riverside Phnom Penh

Merupakan wilayah dowtown di Phnom Penh. Di wilayah ini kalian bisa menemukan restaurant, tempat pijat, hotel backpacker ataupun bintang 5 semua ada disini. Banyak sekali turis asing lalu-lalang disini. Siang ataupun malam jalanan sepanjang sungai selalu ramai, gw saranin buat dateng pas matahari terbenam, gw jamin bakalan dapat foto yang instagramable banget tanpa harus menggunakan filter! Keren banget! Oia buat kalian yang suka minum beer, cobalah khmer beer or Angkor beer yang merupakan beer lokal Kamboja yang harganya super duper murah sekitar USS 0.50 atau IDR 7000 saja! Bahkan harganya jauh lebih murah dibanding segelas es teh ataupun sebotol air mineral.

camb2
Riverside Pnom Penh

#Russian Market

Kenapa namanya russian market? Ternyata di tahun 1980-an banyak sekali orang rusia yang berbelanja disini alhasil sampai sekarang turis menyebutnya sebagai russian market. Orang lokal mengenal pasar ini dengan nama Phsar Toul Tom Phuong. Mulai dari souvenir, kerajinan tangan, tas, pakaian, alat musik, sampai dengan makanan ada disini. Oia kalau belanja disini jangan segan2 untuk menawar yah semakin tega menawar semakin besar kemungkinan barang2 di bawa pulang 😀

Jam operasional pasar 8 pagi – 4 sore

#National museum

Museum ini menyimpan sejarah terbesar mengenai budaya Khmer. Di dalam museum terdapat sclupture, keramik dan berbagai macam objek mengenai angkorian maupun khmer yang ditemukan. Museum ini dibangun tahun 1917-1924 dan pembukaan pertama dilakukan pada tahun 1920. Pada tahun 1975-1979 museum ini sempat ditutup karena gerakan Khmer Rouge dan dibuka kembali pada tanggal 13 April 1979 sampai sekarang. Di tahun 1968 National museum sempat direnovasi oleh arsitektur terkenal kamboja bernama Vann Molyvann yang juga mendesign Independence Monument.

Tujuan museum dibuka tentunya untuk meningkatkan pengetahuan dan menginspirasi pengunjung. Saking mendalaminya, gw sempet berkaca-kaca waktu memasuki ruangan yang menceritakan tentang khmer rouge, gw baca mengenai cerita anak2 kecil yang juga dibantai pada saat itu, sumpah sadis!!!!

cambodia
National Museum

#Royal Palace

Layaknya negara kerajaan seperti Thailand, Kamboja juga dipimpin oleh seorang Raja yang pastinya tinggal di istana. Royal Palace Phnom Penh dibangun dipertengahan abad 19 untuk menggantikan Royal Capital Oudong. Sampai sekarang Raja yang memimpin Kamboja masih tinggal di Royal Palace. Royal Palace terbagi dalam beberapa bangunan, bangunan yang bisa dikunjungi turis adalah Silver pagoda, Throne hall, Chan Chaya pavillion. Bangunan lainnya terlarang untuk dikunjungi karena masih ada raja dan keluarganya yang tinggal disana.

Harga tiket untuk mengunjungi Royal palace adalah US$ 6,5 dan pakaian yang harus digunakan adalah pakaian yang sopan. Dengkul harus tertutup dan lengan juga harus tertutup, please selalu hargai peraturan-peraturan yang ada di negara orang, jadi kalau orang lain datang ke negara kita mereka juga akan menghargai peraturan kita, sebenernya sesimpel itu loh 🙂

Jam operasional : 8 pagi – 11 siang dan jam 2 siang – 5 sore

Siem Reap, Kamboja

Setelah puas di Phnom Penh, perjalanan kita lanjutkan ke Siam Reap menggunakan bis. Bis yang gw pilih yaitu Giant Ibis, Recomend banget! Pengalaman gw naik bis ini bener2 nyaman, dijemput dengan minibus dari hotel menuju terminal, bisnya tidak kebut2an di jalan, bersih  dan dapat roti pula. Biayanya US$ 16/orang, kalau dibanding dengan perusahaan bis lain, Giant Ibis adalah bis dengan harga termahal tetapi you get what you paid, right?

Siem Reap Terletak di utara kamboja, merupakan kota destinasi utama para turis asing ke Kamboja. Tempat kita menginap namanya Popular boutique hotel, harganya US$ 26/malam. Letaknya di 12 old market area, hanya 10 menit berjalan kaki menuju pub street, central market dan night market. Sangat strategis, tidak bising dan dekat dengan daerah keramaian.

#Angkor Wat

Siem Reap sangat terkenal dan menarik banyak turis asing untuk datang ke Kamboja, hal ini dikarenakan Angkor Wat yaitu komplek bangunan religius terbesar di dunia berada disini. Angkor wat adalah salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh bersama dengan beberapa bangunan lain disekelilingnya sehingga tempat ini disebut dengan Angkor archipelago site. Awalnya dibangun sebagai peninggalan agama hindu tetapi di abad ke-12 berubah menjadi peninggalan agama budha. Luas dari Angkor site ini adalah 162,6 Hektar jadi bisa kebayang kan kalau sehari aja ga akan cukup mengelilinginya oleh karena itu harga tiket/pass dibagi menjadi 3 golongan yaitu 1day pass (US$37), 3 days pass (US$62) dan 7days pass (US$ 72). Tiket yang kalian beli berlaku untuk memasuki semua bangunan candi yang ada di kawasan Angkor Archipelago site.  Gedung penjualan tiket letaknya sekitar 1 km dari Angkor site, kalian tinggal memilih loket sesuai dengan day pass yang kalian inginkan. Dimana letak gedung penjualan ini? Tidak perlu khawatir karena semua driver tuk-tuk ataupun driver-driver lain akan langsung membawa kalian kesini apabila tujuan utama kalian adalah Angkor wat.

Temple-Map
Courtesy tourismofcambodia.com

Waktu gw dan Nico ke Angkor wat harga tiketnya masih US$20 untuk 1 day pass (harga desember 2016) tahun ini harganya udah naik hampir 80% gilak yah. Oia di kartu pass ada foto kita loh, foto di loket dan langsung jadi macem ktp elektronik di Jakarta. Buat ke Angkor site kita sewar tuk-tuk seharga US$ 16 untuk seharian. Menurut gw Angkor wat itu sekilas mirip candi borobudur tapi jauh lebih megah dan besar. Batu yang digunakan setipe tapi kalau masalah relief gw ga begitu paham. Oia inget pakaian yang sopan, dengkul dan lengan harus tertutup yaaa…

Operating hour : 5 pagi – 6 sore

#Angkor Thom

Angkor thom adalah komplek terkenal berikutnya setelah Angkor wat. Terdiri dari beberapa bangunan candi didalamnya antara lain Candi Baphuon, Candi Phimaenakas, Candi Prasat sour prat, Candi Banyon dan The elephant of terrace. Selain kelima candi tersebut ada beberapa candi-candi kecil akan tetapi sudah rusak dimakan waktu. Titik tengah dari Angkor thom adalah Candi Banyon.

 

#Ta Prohm

Candi ini adalah candi terakhir yang kita kunjungi. Panas terik menyengat dan pipi gw yang sawo hitam aja berubah jadi merah saking seharian dibawah sinar matahari. Suhu di Siem reap berkisar antara 33-40 decel dan berdebu parah. Tapi candi satu ini tidak boleh dilewatkan karena ini tempat Lara craft shooting di film Tomb Rider. Gw inget banget di film itu mba Lara sambil pegang pistol beraksi dengan latar belakang pohon raksasa yang akarnya keluar dari dalam tanah. Yup Ta Phrom dikenal dengan nama “Jungle Temple” karena disekelilingi pohon-pohon yang luar biasa besarnya. Pohon-pohon yang ada disini antaranya pohon kapuk randu, pohon beringin, pohon winong dan pohon kesmek. Luar biasa sekali karena akar dari pohon-pohon besar ini keluar dari tanah dan merambat diskeliling tembok candi.

 

#Kampong Phluk

Setelah seharian mengelilingi Angkor site, keesokan harinya kita berpetualang ke arah utara dari Siem reap. Kita membeli paket tour menuju Kampong Phluk di travel agent seputan hotel seharga US$14/orang. Sebenarnya harga di brosur US$ 18 tetapi ingat harus di tawar ya!! Setelah aku cek dan ricek sepertinya harga segitu sudah cukup OK, melihat banyaknya scam buat turis asing dikarenakan mereka tidak mau membeli paket tour malah dikasih harga US$20/orang hanya untuk menyewa kapal disana.

Menggunakan mini-van bersama 12 orang lainnya, kita menuju Kampong Phluk. Kampong Phluk merupakan sebuah desa apung yang berada di pinggiran danau Tonle Sap yang merupakan danau air tawar terbesar di Asia Tenggara. Populainya sekitar 3000 orang, rata-rata penduduknya bekerja sebagai nelayan,ada juga peternak buaya dan petani. Mereka menggunakan air sungai dan danau untuk kegiatan sehari-hari. Tour guide gw mengatakan bahwa mainland disini bergantung pada pasang surut air, jadi ketika air surut anak-anak dapat bermain bola di lapangan. Mengunjungi desa ini memberikan pelajaran baru buat gw, terutama mengenai kehidupan lokal dari orang-orang kamboja. Saran gw buat yang mau kesini lebih baik ambil tour yang sunset karena bener-bener deh ciamik pemandangannya. Kayak foto cover blog gw ini dah😎

 

“Childhood mean simplicity, try to look the world with child’s eyes. It’s very beautiful”

Lots of loves,

CK

Mabok seafood di Phuket Thailand

#Phuket merupakan pulau terbesar di selatan Thailand dan terletak di Laut Andaman. Pada tahun 2004 terjadi gempa bumi di laut india yang menyebabkan tsunami besar disepanjang pantai barat,  selain Aceh di Indonesia, Phuket merupakan daerah lain yang terkena dampak tsunami. Sekitar 250 orang ditemukan meninggal disepanjang pantai barat Phuket, yaitu pantai patong, karon, kata dan kamala.

Pada tahun 2006, Thailand menginstalasi tsunami detector yang mereka beli dari pihak Amerika dan dipasang sepanjang daerah pantai yang berpotensi terjadinya tsunami. Jadi apabila ada peringatan tsunami maka semua orang akan dievakuasi ke bukit- bukit yang ada. Gw masih ga abis pikir, kebayang orang-orang yang lagi santai di pinggir pantai kayak gw waktu itu kena tsunami, masyaallah semoga semua korban dapat tempat terbaik ya. amin

Pesawat dari Singapura ke Phuket hanya memakan waktu 1 jam dan 40 menit. Phuket International Airport itu besar dan bagus sekali. Imigrasi line nya juga banyak banget. Karena pendapatan terbesar Phuket dari turis, gw ngerasa banget kalau pemeritahan disana berusaha memberikan fasilitas terbaik dan ternyaman bagi turis yang datang. THUMBS UP!

Karena letak airport yang jauh dari pusat keramaian kota, maka untuk menuju pusat kota, ada 2 pilihan yang bisa kalian ambil. Pertama gunakan mobil mini van sharing dengan 12 penumpang lainnya seharga TBH 150 – 300,  tergantung daerah mana yang  akan kalian datangi. Kedua gunakan taxi, biaya jelas lebih mahal antara TBH 800 -1500. Kali ini gw dan Nico stay di daerah pantai Karon dan biaya menggunakan mini van dari airport yaitu TBH 200 / orang. Mini van akan beroperasi apabila penumpangnya sudah mencapai 12 orang, maka bersabarlah namanya juga pilih yang murah. Buat gw, ini pengalaman pertama ke Phuket. Si Nico pernah backpackeran selama 6 bulan keliling Thailand so this is his second round. Gw pilih menginap di daerah Karon karena menurut gw di daerah pantai patong terlalu sesak dan penuh banget.

Nama hotelnya #BannChaylang. Hotel ini hanya memiliki 16 kamar yang super cozy dan sangat colorful. Harganya TBH 1200 / malam ( Rp. 500.000 ) dengan fasilitas kolam renang kecil ditengah hotel. Kamarnya bersih, kamar mandinya luas, rasa-rasanya seperti ada di rumah sendiri lah. Manajemen hotelnya juga santai banget dan setiap hari kamar pasti dibersihkan. Dari hotel menuju pantai karon memakan waktu berjalan kaki sekitar 15 menit dan sepanjang jalan banyak banget restaurant seafood, tempat pijat, penyewaan motor, tour agency dan mini market. Kata Nico dulu waktu dy backpacker kesini, tempat pijat merupakan sarang prostitusi alias “happy ending massage” tapi sekarang setiap tempat pijat ada tulisan “no happy ending” lebih baik pastinya.

IMG_4946

Cara paling mudah untuk mengelilingi Phuket adalah menyewa sepeda motor, biayanya TBH 230 untuk 24 jam ( Rp. 88.000) dan apa saja yang bisa dilihat in Phuket?

#Karonbeach

Pantai karon merupakan pantai favorit kedua setelah Patong. Panjanya sekitar 3km dan pantai ini dibuka untuk umum. Kalian bisa meyewa payung besar seharga TBH 200 untuk seharian. Pantainya sangat tenang dan di sore hari kalian bisa menikmati sunset nan cantik. Apabila kalian ingin berenang, cobalah perhatikan papan keselamatan yang menjelaskan tentang arus liar di sepanjang pantai Karon karena arus ini cukup berbahaya. So becareful & be smart ya!

img_4921img_4914

#Karonviewpoint

Dulunya di kenal sebagai Kata view point. Ini merupakan view point yang selalu sibuk setiap harinya. Dari sini kalian bisa melihat pemandangan yang super duper cantik dari Kata Noi, Kata yai dan pantai karon. Orang lokal menyebutnya “Khao saam haad” yang artinya Bukit 3 pantai. Laut yang biru, pasir yang putih, Pulau koh pu dan pemandang hijau hutan Phuket merupakan kombinasi yang terlihat dengan jelas dari sini.

img_4924img_4922

#Laemphromthepviewpoint

Sering dikenal sebagai Promthep cape, letaknya di atas bukit. Gw perlu sedikit perjuangan untuk mendaki sampai keatas terutama di siang hari saat matahari lagi lucu-lucunya. Tempat ini terkenal sebagai tempat terbaik untuk melihat sunset di Phuket. Pemandangan Laut Andaman yang biru benar-benar menyegarkan mata gw! Oia di tempat parkir kalian akan menemukan banyak sekali toko souvenir dan tempat makan, yang pasti harganya lebih mahal dibanding tempat lainnya di Phuket.

img_4929img_4932

#WatChalong

Merupakan salah satu temple terpenting di Thailand. Temple ini didedikasikan untuk 2 biksu tertinggi yaitu Luang pho chaem & Luang pho Chuang. Untuk memasuki temple ini tidak dipungut biaya alias gratis. Biasanya orang lokal datang kesini untuk berdoa dan turis datang untuk mempelajari penyebaran budaya budha di Phuket. Kalian bisa masuk kedalam bangunan, melihat relief budha dan mencapai lantai teratas. Selalu gunakan pakaian sopan yang menutupi lengan dan kaki, jam operasional yaitu dari jam 7 pagi sampai 5 sore.

img_4934img_4935img_4917img_4918img_4920

#bigbudha

Patung buda setinggi 45 meter terletak di Nagakerd hill. Kalau kalian sudah di daerah Calong, patung ini gampang sekali ditemukan dan sudah terlihat dari kejauhan. Bukanya dari jam 6 pagi sampai 7 malam, masuknya gratis dan gunakan baju tertutup untuk menghormati sang Budha ya.

#Aphroditecabaretshow

Cabaret merupakan salah satu atraksi menarik di Thailand karena tidak semua negara memilikinya. Cabaret tersebar diseluruh penjuru Thailand dan menampilkan pertunjukan perempuan Thai yang cantik-cantik. Yang menjadi pertanyaan gw, perempuan yang tampil itu beneran apa jejadian yah?? Mengingat Thailand merupakan negara yang sangat mendukung transgender dan terkenal dengan ladyboy atau banci. Anyway biaya yang gw bayar untuk melihat show ini sebesar TBH 600. Aphrodite merupakan cabaret baru di Phuket mulai beroperasi tahun 2010. Cabaret show tertua di Phuket namanya Simon cabaret show.

Sepanjang show tidak ada satupun orang yang boleh merekam video ataupun mengambil gambar. Apabila melanggar dapat dikenakan sanksi dari pihak yang berwajib. Shownya sendiri tidak memiliki alur yang jelas tetapi cukup menarik. Penari perempuan terlihat lebih semangat ketika memainkan sebuah karakter dibandingkan penari laki-lakinya yang bergerak hanya seadanya. Di akhir show kalian dipersilahkan berfoto dengan penari yang ada dan dikenakan biaya TBH 20 untuk sekali foto. Jujur gw ga merekomendasikan buat nonton disini karena kurang greget gitu, entah bagaimana dengan cabaret lainnya karena ini pertama kalinya gw nonton cabaret di Thailand dan ga mau lagi.

img_4951

#Seafoodrestaurant

Phuket itu syurganya seafood murah. Jadi kalau kesini wajib makan seafood setiap hari. Mulai dari udang, kepiting, lobster, kerang harus di coba! Harganya jelas lebih murah di banding Singapura. Sepanjang pantai Karon kalian bebas memilih restaurant dan rata-rata semua seafoodnya fresh from the sea!

img_4975img_4967

Gw ga bisa island hopping karena waktu naik motor pas hujan-hujanan, gw dan Nico terjatuh dari motor. Kaki kiri gw memar cukup parah menyebabkan susah untuk berjalan tetapi alhamdulilah banget ga pake patah. So gw ga ada cerita dari james bond island, phi-phi island, rancha island, coral island dan island lainnya. Next trip kalau gw kesana lagi akan gw review dan share ke kalian semua. Intinya berhati-hati kalau naik motor di Phuket karena jalanannya naik turun dan licin saat hujan, harusnya pas hujan kita stop untuk berteduh, well shit happen yaa..Anyway semoga cerita gw membantu, happy traveling yaaa!

Lot of loves,

CK