Rumpi bareng teman-teman Indonesia di Singapura

Cara gw mengobati kangen Indonesia salah satunya berkumpul sama teman-teman sesama Indonesia. Mereka semua baik dan pada hobby masak! Kita sering kumpul untuk makan siang sambil ketawa dan ngobrol ngalor-ngidul. Skill memasak mereka gw acungin empat jempol karena makanan Indonesia menurut gw ribet banget dan bukan gw banget lah!

Teman-teman Indonesia gw disini kebanyakan adalah perempuan Indonesia yang dulunya kerja tapi diboyong oleh para suami ke Singapura. Sebagian dari mereka ada yang sudah punya anak, ada yang sedang berusaha punya anak, ada yang sedang hamil, ada yang sekolah dan ada yang sudah bekerja jadinya sudah jarang kumpul lagi.

Intinya kita semua mau menjalin silahturahmi sesama perantau di Negara orang. Kadang ada yang malu untuk ikut gabung, padahal syarat untuk gabung sama kita yang penting senyum!

Kedepannya gw berharap kita bisa melakukan sesuatu yang berguna seperti ikut charity, bazar or bisnis apalah. But untuk sekarang dinikmati aja dulu yang ada! Buat kalian yang baru pindah, mau cari informasi tentang hidup di Singapura atau mau sekedar ngobrol sambil ngopi jangan malu untuk hubungin gw yah!

“ we are all grown in different directions, yet our root remain as one Indonesia “

CK

Advertisements

Menikah di Singapura, ribet? Kagak! 

Halo semua,

Hari ini gw mau berbagi cerita bagaimana cara mendaftarkan pernikahan di Singapura. Selama ini status gw dan Nico yaitu common-law marriage (pernah gw share di blog gw sebelumnya tentang LTVP). Setelah menunda-nunda, kita akhirnya mendaftarkan pernikahan di Singapura agar pernikahan kita bisa diakui dan bisa diterbitkan buku pernikahan dari Indonesia dan Perancis. Cara pelaporan nikah di kedua negara akan gw tulis di blog terpisah ya sekarang fokus cerita tentang pendaftaran di Singapura.

Pertama, lembaga yang melayani pernikahan di Singapura disebut ROM (Register of Marriage) dan ROMM (Register of Muslim Marriage), perbedaanya adalah ROMM merupakan tempat untuk mendaftarkan pernikahan bagi pasangan yang dua-duanya beragama islam. Selebihnya pasangan beragama lain dan berbeda agama mendaftarkan pernikahan di ROM.

Berdasarkan survey gw dari berbagai sumber, banyak sekali pasangan  westerners ataupun pasangan dari Indonesia yang berbeda keyakinan mendaftarkan pernikahan di ROM singapura. Hal ini dikarenakan pendaftaran pernikahan di Singapura sangat simpel dan semua syarat jelas tertulis di website kita tinggal mengikuti saja.

Kedua, untuk mendaftarkan pernikahan kalian bisa buka website www.rom.gov.sg dan isi form sesuai dengan passport serta ID Singapura (apabila ada). Oia diperlukan juga dua data saksi yang nantinya nama mereka akan dicantumkan di sertifikat pernikahan. Tanggal pernikahan bisa dilakukan minimal 3 minggu dan maksimal 3 bulan setelah mengisi form di website ROM. Tempat pernikahan kalian bisa pilih di kantor ROM atau diluar ROM tentunya dengan biaya tambahan ya. Waktu gw ngisi form hanya diperlukan waktu 10menit saja dan semua beres!

Ketiga, setelah pengisian form maka kalian akan menerima surat konfirmasi dari ROM. Isinya nomer registrasi, tanggal verifikasi dokumen, tanggal pernikahan, dan dokumen apa saja yang harus dibawa di kedua hari tersebut. Pesen dari gw kalau kalian ragu karena banyaknya referensi yang mengatakan bahwa di ROM perlu surat ini-itu lebih baik kontak langsung ROM nya yah biar lebih jelas 🙂

Keempat, verifikasi dokumen biasanya dilakuan 1/2 hari sebelum tanggal pernikahan. Pasangan yang mau menikah harus datang ke kantor ROM. Dokumen yang di verifikasi adalah passport kedua pasangan,  ID Singapura dan passport kedua saksi. Cek yang teliti yah semua data jangan sampai ada salah penulisan. Setelah semua dokumen di approved maka kedua pasangan harus membaca sumpah yang menyatakan bahwa semua dokumen yang diberikan adalah asli dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Kelima, gw dan Nico memilih untuk mendaftarkan di kantor ROM. Kita datang 30 menit sebelum jam yang kita pilih, setelah semua saksi lengkap kita langsung masuk ke dalam ruangan solemnization. Di dalam ruangan sudah ada solemnizer yang akan memberikan wejangan tentang pernikahan dan penandatanganan sertifikat pernikahan. Sebenarnya kalian boleh membawa 20 orang teman untuk masuk kedalam ruangan solemnisation tapi gw cuma berenam saja. Setelah kurang lebih 10 menit yang tidak ada romantis-romantisnya, selesai sudah pendaftaran pernikahan dan sertifikat nan mahal akhirnya ada ditangan juga! LOL

Notes : disini gw ga bertujuan untuk menyemangati pasangan yang berbeda agama agar mengikuti jejak gw karena hidup itu masalah pilihan, kalau memang bahagia teruskan! 

Dari awal gw kenal Nico, dy memang udah clear and loud bahwa ga akan pernah pindah agama apapun, anyway buat yang sotoy Nico itu Atheis ga punya agama ya. Kalau oneday Nico mau masuk islam ya alhamdulilah, jangan karena gw tapi karena dy mau. 

Gw mungkin emang bukan islam yang baik tapi gw juga bukan islam yang jahat ko, gw menghargai apapun kepercayaan orang. 

“Agama itu urusan garis lurus antara manusia dan tuhannya”

Lot of love,

CK

Cara mengurus Surat N1-N6 di Indonesia untuk menikah 

Halloooo,

kali ini gw mau bahas tentang proses gw mengurus surat-surat sebagai dokumen pelengkap untuk menikah secara legal, baik di Indonesia, Singapura dan Perancis.

Seperti yang pernah gw jelaskan bahwa status gw dan Nico itu Common-law  Marriage atau mungkin kalau di Indonesia dikenal dengan nikah siri kali yah? Kita tetap harus melakukan pendaftaran pernikahan di Register of Marriage (ROM) Singapura agar bisa dicatatkan secara sipil di Catatan Sipil Indonesia dan Perancis.

Sebenarnya tidak ada yang mewajibkan karena selama tinggal di Singapura kita berdua bahagia saja dengan status kita, so what ya kan? Anyway semua itu sesuai keputusan masing-masing yah dalam hidup maunya seperti apa 🙂

akhirnya kerempongan pun gw mulai! Semua pengurusan surat-surat nikah ini harus gw lakukan di Jakarta karena KTP gw masih terdaftar di Jakarta Timur.

Proses pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat surat pernyataan bermaterai bahwa gw perawan. Didalam surat tersebut harus ada tanda tangan gw, orang tua dan diketahui oleh RT dan RW. Gw juga ga paham sih kenapa surat ini penting banget buat di bikin, hareeee geneeee getooo

Bawalah surat tersebut ke rumah bapak/ibu RT yang nantinya akan ditandatangani oleh beliau. RT juga akan mengeluarkan surat pengantar nikah yang selanjutnya harus ditandatangani oleh RW, kemudian semua surat akan diserahkan ke kantor kelurahan.

Note : proses di RT dan RW GRATIS katanya tetapi karena perasaan ga enak dan dianggap akan menjadi orang kaya karena menikah sama bule maka gw memberikan sumbangan lah (seenggak) ikhlasnya.

Proses kedua setelah semua surat dari RT dan RW terkumpul maka bawalah ke kantor kelurahan. Pihak kelurahan meminta gw mengisi formulir yang isinya data gw, data orangtua, data calon pasangan dan dimana tempat menikah (Gw memberikan alamat ROM lengkap). Setelah sehari menunggu akhirnya kelurahan mengeluarkan beberapa surat untuk gw yang dikenal sebagai surat N1-N6

N1 adalah surat keterangan untuk menikah, dasar surat ini adalah surat pernyataan yang gw buat dan didalamnya menyatakan bahwa gw perawan dan belum pernah menikah sebelumnya.

N2 adalah surat keterangan asal-usul yang isinya data pribadi gw dan orang tua. Surat ini berdasarkan kartu keluarga.

N4 adalah surat keterangan orang tua yang isinya kurang lebih sama dengan N2 sih ya.

N5 adalah surat izin menikah dari orang tua yang berisikan bahwa orangtua memberikan izin tanpa keberatan untuk menikahkan gw dengan Nico.

PM1 adalah surat keterangan yang berisi data gw dan alamat tempat gw akan menikah.

Proses ketiga, Nah setelah semua surat dari kelurahan dinyatakan sudah lengkap maka bawalah surat-surat tersebut ke KUA sesuai daerah kecamatan yang tercantum di KTP yah. Buat apa harus ke KUA? Karena gw orang islam maka gw memerlukan surat rekomendasi yang menyatakan bahwa gw tidak ada tanggungan ataupun ikatan sehingga tidak ada halangan untuk menikah di Singapura.

Cerita waktu di KUA :

Kantor KUA yang gw datangi bangunannya sudah tua banget dan kurang terawat gitu. Sesampainya disana gw disambut sama ibu receptionist dan disuruh menunggu sebentar. Ternyata gw disuruh masuk ke ruangan kepala KUA dan gw di wawancara sama bapak kepala KUA dengan pertanyaan super banyak mulai dari mengapa menikah di Singapura? Mengapa menikah dengan bule? Mengapa bulenya ga masuk islam? Mengapa kamu ga tunggu saja sampai masuk islam? Orangtua taukah dengan hub kalian? Ko bisa orang tua setuju dengan pernikahan beda agama begini? ketemu dimana yah? belajar bahasa inggrisnya gimana? Sudah sering diajak keluar negeri? beberapa pertanyaan lain yang bikin gw gemez banget, coba kalau gw ga perlu doi udah gw tinggal, sayangnya harus gw jawab secara demokratis, idealis, kibulis yang intinya KETEMU PASANGAN KAN KARENA ALLAH PAK, MASA REZEKI DARI ALLAH DI TOLAK PAK ? Anyway intinya bapaknya baik kok karena gw akhirnya nyumbang yang (seenggak) ikhlasnya demi kelancaran surat gw.

Setelah surat di Jakarta selesai, maka surat diatas harus dibawa ke kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Langsung saja ke loket 4 di lantai 2 gedung KBRI, maka akan dikeluarkan surat CNI (certificate of non impediment) atau dikenal surat single dalam bahasa Inggris dengan biaya prosesnya sebesar $32. Surat ini harus ditunjukkan ke ROM (apabila diminta) dan ke kedutaan Perancis untuk pelaporan pernikahan. Lengkapnya akan gw share di blog pelaporan yah!

Note : surat-surat N1-N6 dan rekomendasi dari KUA tidak gw legalisir di kementrian Luar Negeri maupun Kementrian HAM, berdasarkan pengalaman gw di KBRI Singapura semua surat dari Indonesia diterima dan bisa diterbitkan surat CNI. Apabila ada pengalaman yang berbeda anggap saja gw lagi beruntung ya 🙂

No Airbnb di Singapura!

Gw mau sharing pengalaman salah satu member di group FB. Jadi ceritanya ada sepupu dy yang datang ke Singapura, si sepupu dengan istrinya datang dan sewa kamar dari Airbnb. Buat yang pernah booking lewat Airbnb pasti paham kalau alamat lengkap akan muncul kalau kamar sudah di booked & paid. Singkat cerita sang pemilik apartment memaksa agar calon tamu mau di jemput di Airport changi tanpa tambahan biaya, mereka rada heran tapi mengiyakan permintaannya. Sampai di apartment tidak ada yang aneh, semuanya sama sesuai dengan gambar yang ditampilkan di Airbnb. Tetapi tengah malam ada dua orang tidak dikenal datang dan ternyata orang tersebut adalah orang pemerintahan dari URA (urban redevelopment authority), mereka menanyakan semua data diri tamu dan mereka harus meninggalkan apartment malam itu juga! Bisa bayangkan betapa bingungnya mereka dan saat mereka menghubungi pemilik apartment untuk meminta refund yang sudah dibayarkan selama 4 malam, sang pemilik tidak bisa memberikannya karena dy dalam masalah besar dan dalam proses hukum! what??

Oke kenapa bisa serius begitu di Singapura? Semenjak Februari 2017, pemerintahan Singapura menyatakan bahwa home-sharing sites seperti Airbnb ataupun sewa menyewa properti yang menyalahi aturan adalah ILEGAL dan akan diproses secara hukum. Hukuman bagi pemilik properti yang menyewakan private residences kurang dari 6 bulan atau harian akan dikenakan denda sebesar maksimal SG$ 200.000 dan kurungan penjara maksimal 1 tahun. Hal ini dikarenakan banyaknya keluhan dari pemilik properti lain yang merasa terganggu dengan tamu yang datang. Selain itu mereka merasa tidak aman dengan tamu yang mereka anggap asing dan berganti-ganti setiap harinya. Kalau menurut gw selain itu masalah seperti pembayaran pajak dan tekanan dari para pemilik hotel yang mengalami penurunan pendapatan juga menjadi alasan lainnya.

Gw ga tau peraturan ini akan diubah atau tidak kedepannya, mungkinkah semua pemilik properti yang akan menyewakan propertinya harus memiliki license tertentu seperti di Indonesia? Karena tante gw menyewakan villa di Bali, selain memiliki sertifikasi rumah hunian biasa, tante gw juga memiliki sertifikasi pondok wisata, jadi harus membayar pajak lebih apabila disewa harian oleh pihak ketiga.

Gw bukan orang yang pro atau kontra dengan Airbnb. Sebagai traveler gw merasa sangat terbantu, contohnya waktu gw traveling ke Amerika gw menemukan akomodasi dengan harga yang lebih murah lewat Airbnb. Mungkin buat host juga membantu apabila mereka memiliki kamar lebih yang bisa disewakan karena tentu saja menambah keuangan mereka. Kayak gw sekarang stay di apartment yang kamarnya ada 2 ( sengaja disediain buat teman/keluarga yang mau datang) tetapi lebih sering kosong, coba kalau bisa disewain harian lumayan banget kan uang jajan gw bisa bertambah.

Buat negara-negara yang biaya akomodasi sangat mahal, home-sharing sites memang sangat membantu gw. Tetapi di negara lain dimana dengan Rp.500.000 sudah bisa dapat kamar hotel, jujur gw lebih milih stay di hotel karena menurut gw namanya stay di hotel pasti menggunakan standard perhotelan mulai dari kebersihan, fasilitas dan keamanannya. No offense but I feel way much worth it to pay the hotel.

So, buat kalian yang mau traveling ke luar negeri dan mau menggunakan home-sharing sites dalam mencari akomodasi coba di cek-cek regulasi negaranya, jangan maunya untung malah jadi buntung ya!

Have good day & Share lot of loves,

CK

 

Sushi Express : Makan sushi enak & murah !

Ini pertama kalinya gw main ke Jurong Point mall. Letaknya di central Jurong west di ujung barat Singapura.  Hari itu gw janjian sama Nico untuk dinner bareng disana. Stasiun MRT terdekat adalah Boon Lay (green line).

Diluar ekspektasi gw, ternyata mall yang berada di pinggiran Singapura ini besar sekali, bahkan dinobatkan sebagai “the largest mall in Singapore” terus ION Orchard yang segede itu kalah dong? Gw coba mengelilingi mall yang ternyata isnya sama saja dengan mall lainnya tetapi ada satu sudut unik di sini, yaitu little Mong kok street. Sebenarnya cuma jalanan yang didesain seperti daerah Mong kok di Hongkong. Serius deh kalau kesini berasa kayak di Hong kong beneran (belagu padahal gw belom pernah kesana). Gw suka sih karena sudut ini #Instagramable banget!

Anyway, tujuan utama gw ke Jurong point untuk mencari tempat makan malam untuk kita berdua. Setelah berkeliling mall selama 30 menit, gw tertarik untuk mengantri bersama 20 orang lainnya di depan restaurant Sushi Express. Gw mencoba mencari tahu apa yang spesial disini sampai orang-orang rela mengantri, padahal restaurantnya tidak besar dan kapasitas tamunya juga sedikit. Ternyata cepat juga giliran kita tiba, hanya sekitar 30 menit kita berdua sudah duduk manis di depan sushi bar.

Namanya Sushi Express, ini merupakan salah satu brand restaurant sushi yang ada di Singapura. Semua sushi yang disediakan di sushi bar harganya SG$ 1.5/porsi. Ada semua jenis sushi mulai dari sashimi, maki, nigiri dan gunkan. Teh oca, wasabi dan jahe disediakan secara gratis. Ini merupakan sushi paling murah dan enak yang pernah gw makan di Singapura! Pantas saja kalau orang rela antri panjang demi menikmati sushi disini. Walaupun murah tetapi rasanya tidak murahan loh. Sashimi mulai dari tuna, salmon dan udangnya sangat fresh! Gw baru tahu restaurant sushi ini, biasanya kita selalu makan di Sakae Sushi di dekat rumah, enak juga tetapi harganya cukup mahal.

Ada peraturan mutlak yang harus ditaati oleh pengunjung Sushi Express, yaitu batas waktu makan disini hanya 40 menit saja. Apabila lebih maka akan dikenakan biaya tambahan. Makanan disini “no pork no lard” tetapi tidak ada tulisan halal or non-halal. Ada 17 outlet yang tersebar di Singapura dan bisa kalian datangi. Sayangnya di Indonesia belum ada Sushi Express,  so buat kalian yang berencana untuk datang ke Singapura dan mau makan sushi murah nan enak, langsung saja datang kesini ya!

Lot of loves,

CK