Online dating, yes or no?

Hey all apa kabarnya??

Di blog kali ini gw mau membahas mengenai online dating, siapa yang ketemu jodoh secara online? Adakah yang diantara kalian malu untuk mengakuinya? Kalau malu apa apalasannya?

Jujur gw sudah mencoba beberapa aplikasi online dating tetapi selalu kandas hubungannya. Mulai dari Okcupid, International Dating dan yang terakhir gw main TINDER. Gw yakin sekarang semakin banyak aplikasi online dating bertebaran di app store yang bisa kalian download.  Hal ini menandakan bahwa semakin banyak orang-orang yang sibuk, tidak memiliki waktu untuk hangout dan  berharap menemukan jodohnya sambil bermain hp, nothing wrong i guess.

Gw sendiri ketemu Nico bukan dari situs ataupun aplikasi online dating melainkan dari mutual friend. Singkat cerita dulu Nico bekerjasama dengan LOREAL INDONESIA dan gw punya teman yang kerja disana, akhirnya kita dinner bareng di Plaza Semanggi dan tumbuhlah benih-benih cinta. I NEVER THOUGHT IF NICO WILL BE THAT IMPORTANT IN MY LIFE. Gw ketemu Nico itu disaat gw ga berharap banyak dan ternyata kita jodoh.

OK balik lagi ke online dating, gw sempat ketemu dan menjalin hubungan dengan beberapa pria yang gw kenal secara online. Gw selalu KEPO apa alasan mereka menggunakan aplikasi online dating dalam mencari pasangan dan jawabannya selalu sama yaitu kesibukan dan kemacetan di Jakarta sudah cukup melelahkan oleh karena itu online dating menjadi solusinya. Jujur orang-orang yang waktu itu gw temuin semuanya baik, gampang untuk di ajak diskusi, hanya saja mereka bukan jodoh gw. Dari pengalaman gw ada beberapa hal yang mau gw bagi ke kalian yang mau cari jodoh by online dating  :

  1. Waktu itu gw tinggal di Jakarta jadi gw selalu search pria yang tinggal di seputaran Jakarta supaya memudahkan kita saat bertemu. Gw ga pernah cari pria diluar Jakarta because I hate long distance relationship
  2. Setelah kenalan, merasa cocok dan nyambung segera ajak si pria untuk bertemu di cafe atau restaurant pokoknya tempat yang ramai. Kalau niatnya baik pasti menghargai, akan meluangkan waktu untuk bertemu dan mengobrol langsung demi pengenalan lebih lanjut. Dulu gw pernah kopi darat dan gw bawa dua temen buat ikutan dan si pria bukannya bete malah asik aja tuh. 
  3. Ada baiknya saat membayar tagihan di kencan pertama, kalian bertanya berapa biaya yang harus kalian bayar atau istilahnya share the bill. Kalau si pria harga dirinya tinggi pasti di bayarin ko!
  4. Apapun alasannya kalau si pria ngajakin ketemu di tempat tinggalnya jangan mau! jangan salahin si pria kalau kalian mau dan diajak macam-macam terus langsung di tinggal gitu aja.
  5. Sebagai wanita yang pintar kalian pasti bisa membedakan mana pria yang niatnya baik dan tidak, kalau dari awal chatting sudah vulgar langsung swipe kiri aja! Jangan mudah percaya sama pria yang belum pernah ditemuin, if you worth it then he will make a move girl! Oia jangan juga percaya sama pria yang belum pernah kalian temuin tapi janjinya selangit apalagi bilang akan dikirimin barang-barang berharga tapi kalian harus bayar dulu (terlalu HALU ga sih?)
  6. Diperlukan kesabaran dan waktu yang cukup untuk mengenal seseorang. Jangan langsung percaya begitu saja setelah pertemuan pertama, beri waktu dan kalian bisa mengetahui is he worth your loyalty or no ?

Mungkin gw bukan orang yang beruntung dalam online dating, tapi alhamdulilah gw ga pernah rugi-rugi banget. Ada cerita perih dari beberapa orang yang gw kenal waktu mereka mencoba online dating, ada yang rugi secara materi (kadang gw mikir ko bisa yah?), ada yang hamil terus ditinggal sama pria yang dikenal secara online ( kalau ini kalah banyak banget!) tapi banyak juga akhir cerita bahagia dari mereka yang bertemu secara online. Beberapa teman-teman yang gw kenal baik, bertemu suami mereka secara online. Memang sih ada beberapa yang malu mengakui kalau mereka kenalan secara online karena takut di anggap weirdo, but as long as it makes you happy and turn into a good memory then you should be proud!

lot of loves,

 

CK

 

Advertisements

Menikah di Singapura, ribet? Kagak! 

Halo semua,

Hari ini gw mau berbagi cerita bagaimana cara mendaftarkan pernikahan di Singapura. Selama ini status gw dan Nico yaitu common-law marriage (pernah gw share di blog gw sebelumnya tentang LTVP). Setelah menunda-nunda, kita akhirnya mendaftarkan pernikahan di Singapura agar pernikahan kita bisa diakui dan bisa diterbitkan buku pernikahan dari Indonesia dan Perancis. Cara pelaporan nikah di kedua negara akan gw tulis di blog terpisah ya sekarang fokus cerita tentang pendaftaran di Singapura.

Pertama, lembaga yang melayani pernikahan di Singapura disebut ROM (Register of Marriage) dan ROMM (Register of Muslim Marriage), perbedaanya adalah ROMM merupakan tempat untuk mendaftarkan pernikahan bagi pasangan yang dua-duanya beragama islam. Selebihnya pasangan beragama lain dan berbeda agama mendaftarkan pernikahan di ROM.

Berdasarkan survey gw dari berbagai sumber, banyak sekali pasangan  westerners ataupun pasangan dari Indonesia yang berbeda keyakinan mendaftarkan pernikahan di ROM singapura. Hal ini dikarenakan pendaftaran pernikahan di Singapura sangat simpel dan semua syarat jelas tertulis di website kita tinggal mengikuti saja.

Kedua, untuk mendaftarkan pernikahan kalian bisa buka website www.rom.gov.sg dan isi form sesuai dengan passport serta ID Singapura (apabila ada). Oia diperlukan juga dua data saksi yang nantinya nama mereka akan dicantumkan di sertifikat pernikahan. Tanggal pernikahan bisa dilakukan minimal 3 minggu dan maksimal 3 bulan setelah mengisi form di website ROM. Tempat pernikahan kalian bisa pilih di kantor ROM atau diluar ROM tentunya dengan biaya tambahan ya. Waktu gw ngisi form hanya diperlukan waktu 10menit saja dan semua beres!

Ketiga, setelah pengisian form maka kalian akan menerima surat konfirmasi dari ROM. Isinya nomer registrasi, tanggal verifikasi dokumen, tanggal pernikahan, dan dokumen apa saja yang harus dibawa di kedua hari tersebut. Pesen dari gw kalau kalian ragu karena banyaknya referensi yang mengatakan bahwa di ROM perlu surat ini-itu lebih baik kontak langsung ROM nya yah biar lebih jelas 🙂

Keempat, verifikasi dokumen biasanya dilakuan 1/2 hari sebelum tanggal pernikahan. Pasangan yang mau menikah harus datang ke kantor ROM. Dokumen yang di verifikasi adalah passport kedua pasangan,  ID Singapura dan passport kedua saksi. Cek yang teliti yah semua data jangan sampai ada salah penulisan. Setelah semua dokumen di approved maka kedua pasangan harus membaca sumpah yang menyatakan bahwa semua dokumen yang diberikan adalah asli dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Kelima, gw dan Nico memilih untuk mendaftarkan di kantor ROM. Kita datang 30 menit sebelum jam yang kita pilih, setelah semua saksi lengkap kita langsung masuk ke dalam ruangan solemnization. Di dalam ruangan sudah ada solemnizer yang akan memberikan wejangan tentang pernikahan dan penandatanganan sertifikat pernikahan. Sebenarnya kalian boleh membawa 20 orang teman untuk masuk kedalam ruangan solemnisation tapi gw cuma berenam saja. Setelah kurang lebih 10 menit yang tidak ada romantis-romantisnya, selesai sudah pendaftaran pernikahan dan sertifikat nan mahal akhirnya ada ditangan juga! LOL

Notes : disini gw ga bertujuan untuk menyemangati pasangan yang berbeda agama agar mengikuti jejak gw karena hidup itu masalah pilihan, kalau memang bahagia teruskan! 

Dari awal gw kenal Nico, dy memang udah clear and loud bahwa ga akan pernah pindah agama apapun, anyway buat yang sotoy Nico itu Atheis ga punya agama ya. Kalau oneday Nico mau masuk islam ya alhamdulilah, jangan karena gw tapi karena dy mau. 

Gw mungkin emang bukan islam yang baik tapi gw juga bukan islam yang jahat ko, gw menghargai apapun kepercayaan orang. 

“Agama itu urusan garis lurus antara manusia dan tuhannya”

Lot of love,

CK

Cara mengurus Surat N1-N6 di Indonesia untuk menikah 

Halloooo,

kali ini gw mau bahas tentang proses gw mengurus surat-surat sebagai dokumen pelengkap untuk menikah secara legal, baik di Indonesia, Singapura dan Perancis.

Seperti yang pernah gw jelaskan bahwa status gw dan Nico itu Common-law  Marriage atau mungkin kalau di Indonesia dikenal dengan nikah siri kali yah? Kita tetap harus melakukan pendaftaran pernikahan di Register of Marriage (ROM) Singapura agar bisa dicatatkan secara sipil di Catatan Sipil Indonesia dan Perancis.

Sebenarnya tidak ada yang mewajibkan karena selama tinggal di Singapura kita berdua bahagia saja dengan status kita, so what ya kan? Anyway semua itu sesuai keputusan masing-masing yah dalam hidup maunya seperti apa 🙂

akhirnya kerempongan pun gw mulai! Semua pengurusan surat-surat nikah ini harus gw lakukan di Jakarta karena KTP gw masih terdaftar di Jakarta Timur.

Proses pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat surat pernyataan bermaterai bahwa gw perawan. Didalam surat tersebut harus ada tanda tangan gw, orang tua dan diketahui oleh RT dan RW. Gw juga ga paham sih kenapa surat ini penting banget buat di bikin, hareeee geneeee getooo

Bawalah surat tersebut ke rumah bapak/ibu RT yang nantinya akan ditandatangani oleh beliau. RT juga akan mengeluarkan surat pengantar nikah yang selanjutnya harus ditandatangani oleh RW, kemudian semua surat akan diserahkan ke kantor kelurahan.

Note : proses di RT dan RW GRATIS katanya tetapi karena perasaan ga enak dan dianggap akan menjadi orang kaya karena menikah sama bule maka gw memberikan sumbangan lah (seenggak) ikhlasnya.

Proses kedua setelah semua surat dari RT dan RW terkumpul maka bawalah ke kantor kelurahan. Pihak kelurahan meminta gw mengisi formulir yang isinya data gw, data orangtua, data calon pasangan dan dimana tempat menikah (Gw memberikan alamat ROM lengkap). Setelah sehari menunggu akhirnya kelurahan mengeluarkan beberapa surat untuk gw yang dikenal sebagai surat N1-N6

N1 adalah surat keterangan untuk menikah, dasar surat ini adalah surat pernyataan yang gw buat dan didalamnya menyatakan bahwa gw perawan dan belum pernah menikah sebelumnya.

N2 adalah surat keterangan asal-usul yang isinya data pribadi gw dan orang tua. Surat ini berdasarkan kartu keluarga.

N4 adalah surat keterangan orang tua yang isinya kurang lebih sama dengan N2 sih ya.

N5 adalah surat izin menikah dari orang tua yang berisikan bahwa orangtua memberikan izin tanpa keberatan untuk menikahkan gw dengan Nico.

PM1 adalah surat keterangan yang berisi data gw dan alamat tempat gw akan menikah.

Proses ketiga, Nah setelah semua surat dari kelurahan dinyatakan sudah lengkap maka bawalah surat-surat tersebut ke KUA sesuai daerah kecamatan yang tercantum di KTP yah. Buat apa harus ke KUA? Karena gw orang islam maka gw memerlukan surat rekomendasi yang menyatakan bahwa gw tidak ada tanggungan ataupun ikatan sehingga tidak ada halangan untuk menikah di Singapura.

Cerita waktu di KUA :

Kantor KUA yang gw datangi bangunannya sudah tua banget dan kurang terawat gitu. Sesampainya disana gw disambut sama ibu receptionist dan disuruh menunggu sebentar. Ternyata gw disuruh masuk ke ruangan kepala KUA dan gw di wawancara sama bapak kepala KUA dengan pertanyaan super banyak mulai dari mengapa menikah di Singapura? Mengapa menikah dengan bule? Mengapa bulenya ga masuk islam? Mengapa kamu ga tunggu saja sampai masuk islam? Orangtua taukah dengan hub kalian? Ko bisa orang tua setuju dengan pernikahan beda agama begini? ketemu dimana yah? belajar bahasa inggrisnya gimana? Sudah sering diajak keluar negeri? beberapa pertanyaan lain yang bikin gw gemez banget, coba kalau gw ga perlu doi udah gw tinggal, sayangnya harus gw jawab secara demokratis, idealis, kibulis yang intinya KETEMU PASANGAN KAN KARENA ALLAH PAK, MASA REZEKI DARI ALLAH DI TOLAK PAK ? Anyway intinya bapaknya baik kok karena gw akhirnya nyumbang yang (seenggak) ikhlasnya demi kelancaran surat gw.

Setelah surat di Jakarta selesai, maka surat diatas harus dibawa ke kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Langsung saja ke loket 4 di lantai 2 gedung KBRI, maka akan dikeluarkan surat CNI (certificate of non impediment) atau dikenal surat single dalam bahasa Inggris dengan biaya prosesnya sebesar $32. Surat ini harus ditunjukkan ke ROM (apabila diminta) dan ke kedutaan Perancis untuk pelaporan pernikahan. Lengkapnya akan gw share di blog pelaporan yah!

Note : surat-surat N1-N6 dan rekomendasi dari KUA tidak gw legalisir di kementrian Luar Negeri maupun Kementrian HAM, berdasarkan pengalaman gw di KBRI Singapura semua surat dari Indonesia diterima dan bisa diterbitkan surat CNI. Apabila ada pengalaman yang berbeda anggap saja gw lagi beruntung ya 🙂

Romantis ga perlu mahal

Kadang di semua hubungan yang susah itu bukan memulai hubungan tersebut melainkan menjaga agar chemistry and sparkling selalu ada sepanjang hubungan. Hubungan pertemanan, percintaan maupun hubungan bisnis. Kali ini gw mau share tentang kejutaan sederhana yang gw buat ke Nico. Ga ada acara khusus sih cuma pengen aja being romantic.

Nico paling sedih kalau denger gw sakit, so kali ini gw boong kalau gw lagi ngerasa kurang enak badan dan harus istirahat di rumah. Dy udah bilang akan pulang secepatnya setelah kerjaan selesai. Hari itu gw langsung meluncur ke DAISO. Kalian tau Daiso kan? itu loh toko yang menjual barang-barang dari jepang, yang super lengkap dan semua harga barangnya hanya SG$ 2. Di Jakarta baru ada 1 toko di Kota Kasablanka dan harga barangnya Rp. 24.000.

 Gw beli pernak-pernik lucu untuk menghias meja makan dan beberapa tangkai bunga untuk mempercantik. Setelah itu gw mampir ke grocery untuk membeli bahan makanan yang akan gw masak untuk makan malam. Kalau masak sih sudah menjadi kewajiban gw setiap hari, yang bikin beda karena gw mendekorasi meja ala-ala restaurant bintang lima gitu deh.

Dengan muka lelah setelah seharian bekerja, sampailah Nico di rumah. Dy terkejut saat membuka pintu rumah dan melihat meja makan yang cantik dan mencium aroma therapy yang super wangi dari lilin yang gw beli. Kata dy “Thank you it’s so nice“. So Mission accomplished and success!

Gw selalu mengingat pesan dari kakek-nenek yang sudah 70 tahun menikah dan mereka meninggal hampir bersamaan. Kata mereka “Marriage means to keep it, fight for it and work for it. Always make each other fall in love with over and over again. “

Share lot of loves,

CK