Memulai hidup di Singapura

Selama hampir setahun belakang ini gw tinggal di Singapura. Nama resminya Republik Singapura. Letaknya ga jauh dari jakarta, hanya 1,5 jam saja dan juga salah satu negara ASEAN. Singapura merdeka pada 9 Agustus 1965 dan dari situlah perkembangan dan kemajuan negaranya dimulai. Saat ini Singapura menjadi negara dengan kualitas hidup nomor 1 di Asia dan peringkat ke 11 di dunia.

Menurut gw, kalau dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, Singapura sangat jauh lebih maju. Biaya hidup di Singapura sangat tinggi, mata uang Singapura SGD (Singapore dollar) juga sangat tinggi, apabila dibandingkan dengan rupiah saat ini kurs nya hampir sama denga AUD (Australian dollar) .

Memulai hidup pastinya harus memiliki tempat tinggal. Harga properti di Singapura sangat mahal sekali. Orang yang punya rumah disini sudah pasti kaya raya. Untuk tempat tinggal ada 4 pilihan bagi WNA (seperti gw dan Nico) untuk disewa, ada HDB (Housing and development board), Condominium, Apartment & rumah.

HDB ( housing development board)

HDB adalah properti yang berupa blok bangunan seperti rumah susun yang sangat luas dan biasanya berada di tengah kota dekat dengan mrt/bus station. Bangunan HDB bentuknya hampir sama dan dikelola oleh pemerintah.ย  HDB tidak memiliki fasilitas seperti kolam renang / gym / lapangan tenis tetapi pemerintahan Singapura sudah menyediakan community center (berisi berbagai macam fasilitas olahraga) di setiap district yang bisa digunakan oleh masyarakatnya. Harga sewa HDB sekitar SG$ 1200 – 5000 tergantung pada luas, kelengkapan furniture dan jumlah kamar yang ada. Ciri khas HDB yang paling gw suka adalah selalu dekat dengan hawker place (food court). Warganegara Singapura dan PR (permanent residence) bisa membeli properti ini dengan mengajukan pinjaman ke bank dan akan mendapatkan hak pakai 99 tahun. Khusus untuk PR hanya bisa membeli properti second di Singapura.

Condominium

Jenis properti yang individual, biasanya hanya terdiri dari 1 unit bangunan yang mewah dan dimiliki oleh swasta. Fasilitasnya lebih eksklusif seperti adanya security, kolam renang dan gym. Bahkan kadang ditambah dengan ruang serbaguna, bbq pit dan lapangan tenis. Condominium di singapura biasanya memiliki kamar studio, penthouse dan multiple rooms unit. Semakin banyak fasilitas, furniture dan semakin strategis lokasinya maka harga sewa condominium akan semakin tinggi. Contohnya yang gw tempatin sekarang lokasinya di East coast, luasnya sekitar 70m2 dengan 2 kamar tidur, 2 kamar mandi,ย furniture lengkap dengan kolam renang di rooftop dan gym. Harga sewanya SG$ 2400 / bulan dengan sistem kontrak 2 tahun. Condominium gw termaksud murah dibandingkan dengan beberapa condominium disekitar yang harganya mencapai SG$ 5000 untuk fasilitas yang sama!

Apartment

Sebenarnya apartment hampir sama dengan condominium tetapi harganya bisa lebih murah dan bangunannya lebih tua dibandingkan dengan condominium. Kadang ada kolam renang tetapi ukurannya kecil.

Perumahan (landed property)

Nah ini properti paling mahal baik sewa maupun milik pribadi. Warganegara Singapura menganggap orang yang memiliki rumah berarti orang yang sudah berada di posisi paling atas dari semua society. Mahalnya biaya maintenance, luasnya tanah dan privasi yang sangat tinggi itulah harga yang harus kalian bayar.

Dulu sebelum gw pindah ke Singapura, Nico stay di apartment daerah Clarke quay. Apartmentnya sangat luas, berada di tengah kota dan harganya SG$ 6000/ bulan dibagi dua berarti SG$ 3000 / bulannya. itu belum termaksud dengan listrik, air, sampah dan internet. Sekarang gw bahas mengenai utilities nya yaa :

Instalasi Listrik, Air & Sampah

Listrik, air & sampah dikelola oleh satu perusahaan bernama SPgroup. SPgroup adalah perusahaan energi terbesar di Asia pasific. Langkah awal gw harus membuat akun di SPgroup melalui telepon. Akun berisi semua data dan harus menyertakan rekening tabungan. Setelah akun terdaftar dan nomor pelanggan keluar, gw diminta untuk deposit SG$ 500. Tagihan bulanan akan dikirim melalui pos ke alamat rumah dan pembayaran akan langsung di debit dari rekening tabungan yang terdaftar. Jadi kalian tidak akan pernah telat membayar listrik apalagi kena denda. Pihak Spgroup akan menghitung rata-rata penggunaan listrik dan air setiap bulannya dan mereka akan menagih jumlah biaya rata-rata pemakaian. Setiap 4 bulan sekali orang dari SPgroup akan mencek meteran dan dibulan berikutnya tagihan yang dibayar adalah hasil sesungguhnya dikurangi/ ditambahkan dari pemakaian rata-rata. Untuk sampah biayanya tetap sebesar SG$ 13.5 / bulan.

Internet Broadband

Masalah wifi untuk di rumah kita memilih M1 karena saat mendaftar kita mendapat harga promo flat selama 2 tahun seharga SG$ 44 / bulan dengan kecepatan internet 1GB dan unlimited use. Langkah awalnya kalian bisa mendaftar ke gerai M1, daftarkan semua data dan sertakan rekening tabungan. Mereka akan mengeluarkan kontrak perjanjian dan pembayaran akan langsung di debet ke rekening tabungan yang terdaftar. Di singapura ada 7 provider yang menggunakan optic fiber broadband yaitu : Singtel, M1, singhub, Netlinktrust, Nucleus connect, My republic sg dan ViewQwest. Harganya tentu bervariasi dan bisa kalian sesuaikan dengan budget dan keperluan di rumah. Menurut gw pakai M1 sudah cukup bagus tidak pernah buffering. Di Singapura merupakan salah satu negara dengan internet tercepat di dunia loh!

Mobile Broadband

Hanya ada 3 provider telephone di Singapura yaitu Singtel, M1 dan Singhub. Nah ketiga provider ini selalu memberikan bundle plan dengan HP terbaru. Iphone merupakan brand paling happening banget deh, setiap tipe terbaru release sudah pasti semua apple store dan provider bundle plan dengan pasti habis!!ย  Singtel adalah provider paling terkenal dan paling mahal kalau menurut gw. Nico saat ini menggunaka Bundle plan Iphone 6s dari Singtel dengan kontrak 2 tahun. Tidak dikenakan biaya pembelian HP tetapi setiap bulannya harus membayar SG$ 100 selama 2 tahun setelah itu Iphone 6s jadi milik pribadi. Saat ini gw pake prepaid sim car dari M1 dengan HP cupu gw, karena gw belom dapat kerjaan tetap di Singapura jadinya gw belum berani ambil kontrak dengan provider.

Alat transportasi

Kendaraan seperti mobil dan motor disini merupakan barang mewah. Contohnya mobil, harganya mungkin sama saja dengan di Indonesia tetapi yang mahal adalah COE (certificate of entitelment) atau plat nomor yang harus diperbarui setiap 10 tahun. Biaya COE itu sendiri bisa mencapai SG$ 50.000 diluar harga mobil dan pajak. So cuma orang berduit who can afford this.

Buat kita yang hidupnya biasa aja bisa menggunakan publik transportasi yang dikelola oleh SBSTransit berupa bus dan kereta. Semua petunjuk sangat jelas di setiap station dan sangat praktis . Gw punya kartu ERP yang bisa digunakan di mrt dan bus. Selalu tap-in dan tap-out ya biar tidak kena denda. Kalau tidak punya kartu ERP ga masalah untuk MRT kalian bisa beli one way tiket di mesin dan kalau di bus tinggal bayar langsung menggunakan uang koin di dalam bus. Gw juga download Mytransport di hp untuk memudahkan dalam mengecek jadwal bus dan mengetahui bus atau mrt apa yang harus gw gunakan untuk mencapai tujuan.

Kendaraan lainnya yang lagi hits adalah obike. Obike adalah aplikasi untuk menyewa sepeda, kalian harus mendowload aplikasinya di playstore / Istore. Setelah itu regristrasi dan diwajibkan memberikan deposit sebesar SG$ 50. Sepeda bisa di sewa sesuai waktu yang diinginkan. Kalian harus mempunyai akun untuk membuka gembok sepeda dan sepeda akan menghitung jarak yang kita tempuh persis seperti fitbit.

Selain itu banyak temen-temen gw yang punya scooter electric. Scooter electric ini bisa di charge dan bisa digunakan up to 2 jam. Kalau batrei nya habis tinggal di lipat dan dibawa didalam bus or mrt deh. Harganya sekitar SG$ 800 – SG$ 3000.

Taxi online juga hits loh di Singapura dan harganya lebih murah dibandingkan taxi biasa. Biasanya gw pake grab buat ke airport kalau bawa koper gede.

Nah yang terakhir taxi meter atau taxi argo. Ada banyak banget perusahaan taxi di Singapura dan harganya cukup mahal. Apabila menggunakan taxi di atas jam 12 malam, akan dikenakan biaya tambahan yang disebut “midnight surcharge” yaitu 50% dari harga meter. Gw jarang banget naik taxi ini karena mahal mending naik bus karena jauh lebih murah. Sepi apa engga penumpangnya tetep jalan ga kayak di Jakarta gw pernah diturunin karena bus nya sepi! Kurang ajar ya ๐Ÿ˜…

Grocery

Untuk keperluan sehari-hari biasanya gw beli di Giant dan Fairprice yang merupakan supermarket besar dengan harga yang relatif murah. Ada supermarket lain namanya cold storage yang menjual produk premium dan harganya lebih mahal, gw kadang-kadang aja belanja disini. Kalau lagi rajin, gw akan belanja murah ke wet market (pasar tradisional) di Geylang Serai yang buka dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Gw saranin buat semua member grocery karena point dari setiap belanjaan bisa di reedem! Oia pemerintahan Singapura lagi berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik jadi banyak masyarakat yang membawa tas belanjanya sendiri termaksud gw ๐Ÿ˜Ž

Buka Rekening bank

Pemerintahan Singapura juga berupaya untuk mengurangi penggunaan uang cash. Jadi setiap bank disini berlomba-lomba memberikan kartu debit dengan fitur terbaik. Untuk membuka rekening bank tidaklah terlalu sulit, syaratnya :

  1. Paspport dan kartu ID Singapura
  2. Keterangan domisili yang bisa dibuktikan dengan tagihan listrik / Internet
  3. Uang untuk deposit awal
  4. Transkip gaji bulanan atau sertifikat pernikahan apabila tidak bekerja

Gw udah 3 kali ganti bank dari Cit*bank, D*S dan U*B. Tabungan Cit*bank gw bikin karena Nico memiliki tabungan yang sama, tapi karena birokrasi yang terlalu bertele-tele akhirnya gw tutup, lagipula ga sanggup karena saldo minimal di Citibank SG$ 5.000. Berikutnya gw buka D*S, syaratnya sama tetapi saldo minimal lebih rendah yaitu SG$ 3000. Gw keep tabungan ini cukup lama sampai seorang temen menjelaskan bahwa di U*B saldo minimalnya hanya SG$ 500. Akhirnya gw tutup DBS dan pindah ke U*B. Di U*B sedikit aneh karena awalnya gw ga bisa buka rekening karena gw ga kerja dan izin gw LTVP. Lah temen gw yang ngerekomendasikan U*B juga ga kerja dan LTVP tapi bisa buka rekening. Setelah diskusi yang panjang akhirnya gw cuma boleh buka join account bareng Nico aneh ya? Apa karena gw orang Indonesia terus temen gw orang Slovakia terus peraturannya beda gitu? Padahal isi tabungannya juga masih banyakan gw. Gw feel offended banget deh walaupun in the end gw dapet rekeningnya.

Asisten Rumah Tangga

Kalau di Jakarta gw manggilnya selalu “Mba” . Mba disini harganya mahal, biasanya berasal dari Indonesia, Myanmar, Filipina. Kalian bisa mendapatkan mba dari kantor helper agency. Biaya untuk hire mba :

  1. Gajinya setiap bulan antara SG$ 650 – 750
  2. Agent fee mencapai SG$ 200 per bulan
  3. Memberikan uang tambahan di hari libur
  4. Membiayai tiket untuk mudik ke negara asal
  5. Membayar asuransi kesehatan dan semua biaya rumah sakit apabila si mba sakit

Bisa juga kalian bawa mba sendiri, misalnya dari Indonesia dan buat permit sendiri tetapi harus melalui jalan panjang sekali. Saat ini gw ga punya mba secara gw masih bisa hadle semua urusan rumah sendiri, mungkin nanti kalo gw kerja fulltime di kantor bakalan hire mba.

Pekerjaan

Last gw mau bahas tentang pekerjaan. Sampai saat ini gw belom kerja resmi di Singapura. Gw masih kerja remotely ngebantu perusahaan di Jakarta dengan bayaran masih rupiah. Kalau kerja freelance / part time di perusahaan Singapura kalian harus daftar ke IRAS (Inland Revenue Authority Singapore) dan membayar pajak. Rata-rata pekerjaan sesuai pengalaman gw memilih untuk hire Singapore citizen or PR but I keep trying to get miracle!

Sekian curhat gw kali ini, semoga membantu buat kalian yang mau relocate ke Singapura! Kalau ada pertanyaan drop di comment or email ya!

Lot of loves,

CK

Apply LTVP dari MOM Singapura (updated)

Banyaknya pertanyaan yang muncul ke email gw mengenai LTVP membuat gw happy banget berarti banyak yang mampir liat blog gw di website sebelah. Terimakasih sering-sering mampir yaaaa… Sekarang gw mau jelasin dari awal lagi mengenai LTVP di Singapura biar bisa memberikan informasi sejelas-jelasnya.

Awal gw pindah ke Singapura itu dengan pemikiran yang sangat teburu-buru untuk memulai hidup bersama. Gw dan Nico sudah menjalani hubungan LDR dari 2014 dan biaya yang kita keluarkan cukup besar untuk bertemu disetiap weekend. Kita memutuskan agar gw pindah ke Singapura karena jelas kerjaan Nico memiliki jenjang karir yang lebih bagus dan gw harus mendukung itu dengan pindah ke Singapura.

Gw harus memiliki izin tinggal yang legal di Singapura tentunya, ya sama saja seperti orang asing di Indonesia lah ya. Nico adalah warganegara Perancis dan bekerja di Singapura menggunakan EP (Employement Pass) yaitu izin tinggal bagi para pekerja profesional asing, memiliki posisi manager up dan skill tertentu dengan minimal gaji yang telah ditentukan dari MOM. Ada 2 izin yang sesuai untuk gw, yaitu Depending Pass (DP) atau Longterm visit pass (LTVP) apa bedanya?? DP adalah izin yang diberikan oleh MOM (ministry of manpower) kepada istri dan anak dari pemegang EP (Employment pass)  dan dapat dibuktikan dengan akta pernikahan/ akta lahir. LTVP adalah izin yang diberikan MOM kepada orang tua, common-law spouse, anak tiri dari pemegang EP (Employment pass) dan dibuktikan dengan akta dari instasi terkait.

Untuk mendapatkan akta pernikahan kita harus menuju ROM (register of marriage) sebenarnya menikah disini sangat gampang, yaitu hanya memerlukan syarat sbb :

  1. Tinggal di Singapura selama 15 hari
  2. Paspor kedua calon pengantin
  3. 2 saksi pernikahan
  4. Mendaftar online dan membayar
  5. Surat cerai/surat kematian apabila pernah menikah sebelumnya

Tetapi sejak tahun 2016 ROM memperbaharui peraturan dengan menambahkan CNI (certificate of No Impediments) atau surat keterangan tidak adanya halangan untuk menikah. Buat gw sebagai WNI gw perlu mengurus surat N1-N4 di RT,RW,kelurahan,kua dll lalu ditranslate ke bahasa Inggris dan dilegalisir di KBRI yang pastinya akan memakan banyak waktu. Lagipula gw dan Nico belum bikin prenup secara oneday gw masih ingin beli rumah di Indonesia. Tanpa adanya prenup hak gw dalam memiliki property akan hilang dari hak milik menjadi hak pakai saja. OH NO!

Singkat cerita kita datang ke kedutaan Perancis untuk mencari informasi mengenai izin gw dan mereka menyarankan agar kita melakukan common-law marriage karena pemerintahan Singapura dan Perancis mengakui jenis pernikahan tersebut. Apa sih Common law marriage? Common law marriage adalah pernikahan yang secara yuridifikasi diakui dibeberapa negara sebagai pernikahan sah tanpa didaftarkan di sipil maupun secara agama. Di Indonesia pernikahan ini tidak diakui dan di Perancis pernikahan ini diakui tetapi tidak akan diterbitkan kartu keluarga. Kedutaan Perancis bisa mengeluarkan surat ini dalam waktu 30 menit dengan biaya โ‚ฌ 40. Yup inilah pilihan paling pas untuk kita saat ini dan kedepannya bisa pelan-pelan menyiapkan dokumen lainnya.

Berdasarkan Ministry of manpower (MOM) gw bisa mendapatkan LTVP apabila dokumen dibawah ini telah terkumpul :

  1. Mengisi formulir pengajuan LTVP
  2. Memiliki sertifikat common law marriage dari kedutaan
  3. Paspport calon pemegang LTVP

Pihak yang berwenang untuk apply pass ini hanya HR perusahaan calon sponsor bekerja karena perusahaan harus terdaftar dan memiliki akun resmi online di MOM. Tinggal lakukan pengajuan online menggunakan akun dan membayar biaya SG$ 30. Selesai sudah dan tinggal menunggu kurang lebih 5 minggu untuk MOM memverifikasi dokumen pengajuan. Aplikasi gw di approve dalam waktu 2 minggu saja, termaksud cepat ya.

 

Langkah selanjutnya adalah meminta HR untuk melaporkan ke MOM bahwa gw berada di singapura dan siap untuk melakukan sidik jari dan tanda tangan kartu di MOM. Setelah itu MOM akan mengirimkan jadwal temu dan datanglah ontime sesuai waktu yang ditentukan karena pelayanan disini sangat top markotop!

Setelah lima hari kerja menunggu akhirnya keluar juga ID card dari Republic of Singapore gw, waktu berlaku LTVP gw sampai April 2020 (pokoknya sama dengan EP Nico). Kelebihan dari LTVP akan gw jabarkan di postingan baru yah.

Catatan ya kalau LTVP gw dikeluarkan oleh MOM (Ministry of Manpower) dan jelas sekali beda dengan LTVP+ yang dikeluarkan oleh ICA. ICA (Immigration check point) adalah instasi lain yang bisa mengeluarkan izin tinggal dengan syarat yang berbeda. Orang yang mengajukan LTVP+ melalui ICA adalah orang yang memiliki sponsor PR (Permanent Resident of Singapore) atau Singapore citizen. Apabila ada pertanyaan diluar pengalaman, gw udah coba bantu jawab sesuai pengetahuan gw dan gw coba jelaskan di blog update ini.

Lot of loves,

CK

Makan ‘Pho’ di Long Phung

Pho adalah sebutan untuk makanan khas dari Vietnam berupa mie berkuah dengan irisan daging. Waktu gw ke Ho chi minh banyak banget penjual Pho baik di gerobak pinggir jalan ataupun di restaurant. Waktu gw makan di restaurant harganya sekitar SG$ 2 – 5 mungkin kalau makan di gerobak pinggir jalan akan jauh lebih murah ya but gw ga berani coba karena gw rasa kurang pas buat perut gw yang sensitif ini.

Kali ini gw mau cerita tentang restaurant Vietnam di Singapura namanya Long Phung. Letaknya di 189 Joo Chiat Road, bukanya dari jam 12 siang – 10.30 malam. Waktu gw gooling, gw nemu banyak banget blog yang ngebahas tentang Long Phung terutama blogger lokal dari Singapura, ga salah kalau Long Phung menjadi restaurant Vietnam favorite disini. Setiap jam makan siang dan makan malam, Long Phung selalu ramai didatangi pengunjung yang rela untuk mengantri demi makan disini.

Dari rumah jaraknya sekitar 1,5 km atau 30 menit berjalan kaki. Gw dan Nico berjalan kaki di siang bolong dan sampailah kita di Long Phung. Siang itu sekitar jam 1 ada sekitar 5 group yang sedang antri di depan kita. Sebenarnya di Joo Chiat road ada banyak sekali restaurant Vietnam tetapi tidak seramai di Long Phung ini.

Giliran kita pun tiba, saat kita ngantri gw udah baca menu yang dipajang di luar. Ada bermacam-macam makanan Vietnam dari yang berkuah sampai yang kering. Jelas kita langsung memesan Pho dengan daging brisket sapi. Rasanya persis banget sama yang di Vietnam! Soalnya gw pernah coba makan di restaurant Vietnam lain di Singapura, rasanya biasa aja cenderung hambar. Kuah Pho nya sangat berasa, karena banyak banget daun-daunan yang dicampur. Brisket daging sapinya juga lembut banget pokoknya mak nyus kalau kata pak bondan. Harganya SG$ 7.5 / porsi dan mereka hanya menerima pembayaran tunai.

Semenjak kita coba makan di Long Phung, setiap ada temen atau keluarga yang doyan makanan Vietnam selalu kita bawa kesini. Bahkan papa mertua gw yang setiap tahun selalu liburan ke Vietnam bilang kalau Pho nya enak. Selain Pho banyak makanan lain yang bisa kalian coba. Gw pernah coba makanan lain tetapi Pho lah yang menjadi makanan favorite gw disini!

Setelah makan di Long Phung kalian bisa jalan-jalan disekitar Joo Chiat Road banyak sekali shop house bergaya kuno disini dan yang pasti instagramable banget. So foodie selamat mencoba ya!

kategori makanan non-halal

Lot of loves,

CK

 

Seharian di St. John Island Singapura

Haloooo Halloooo Hallowwww

Weekend kali ini kita explore ke St John Island! Dimana letaknya? Tenang aja letaknya masih di Singapura. Darimana kita tau pulau ini? Sebenarnya ini ide dari Nico, dy iseng liat googlemaps dan melihat pulau kecil paling selatan di Singapura dan gw lah yang mencari informasi lengkapnya. Saint John Island terletak 6,5km dari mainland Singapura. Cara untuk ke pulau ini dengan menggunakan ferry dari Marina south pier. Hanya ada satu ferry menuju St John island namanya Singapore Island cruise. Waktu kalian tiba di Marina south pier langsung saja cari counter dengan box berwarna orange. Harga tiketnya untuk dewasa SG$ 18 dan anak-anak SG$12.

IMG_4564IMG_4556

Sebenarnya tiket seharga SG$18 membawa kita ke 3 pulau di selatan Singapura yaitu St john island, Sister island, Kusu island dan kembali ke Marina south pier, tetapi gw fokus di St John Island aja karena di pulau lain kurang menarik. ferry pertama dari Marina south pier adalah pukul 9 pagi, ferry berikutnya akan jalan setiap 2 jam sekali. Perjalanan menggunakan ferry selama 30 menit rada membuat gw mabok laut karena gelombang yang cukup besar, untungnya aja gw g pake jackpot karena ada beberapa anak kecil yang jackpot di dalam ferry ๐Ÿ˜–

Dulunya St John island digunakan sebagai pulau karantina bagi imigran yang mengidap kolera dan kusta. Konon pada perang dunia II pulau ini menjadi tempat eksekusi bagi tawanan perang. Setelah merdeka St. John sempat juga menjadi tempat pengasingan bagi tahanan politik. Karena sejarahnya yang begitu menyeramkan maka munculah cerita-cerita mistis yang terjadi di pulau ini sehingga St. John island dinobatkan sebagai ‘The haunted place in Singapore” . Percaya atau tidak semua tergantung kalian. Gw sendiri waktu kesini ga ngerasain apa-apa kok, lagipula siang bolong apalah yang mau di takutin ya kan?? Oia Saat ini St John Island menjadi Aqua marine culture center yaitu tempat penelitian biota laut di Singapura. ย  Ada beberapa bangunan chalet yang bisa disewa bagi pengunjung yang akan bermalam dan ada juga camping ground disini. Semua dikelola oleh Sentosa group.

IMG_4560
jalur penghubung antara St john dan Lazarus island

IMG_4563

Hanya 1 jam saja waktu yang diperlukan untuk mengelilingi St. John Island. Kalian bisa menemukan banyak sekali kucing di pulau ini, sepertinya mereka dipelihara oleh pengelola pulau. Oia tidak banyak toilet disini, seinget gw cuma ada satu di dekat camping ground. Aquamarine center juga tutup jadi gw ga bisa masuk untuk melihat-lihat.

Setelah gw rasa cukup di St John island, gw jalan menuju Lazarus island. Yaitu pulau kecil yang terhubung dengan St. John. Gw sempet pesimis kalau lagoon di Lazarus bakalan biasa aja kayak di St. John, tetapi gw salah besar karena di Lazarus kalian bisa menemukan hidden blue lagoon yang super kece! Setelah kalian puas treking mengelilingi pulau, kalian bisa bersantai di pinggir lagoon dengan pemandangan laut yang biru tanpa editan! Kalau dibandingkan dengan east coast park dan sentosa, menurut gw ini pantai terbaik. Buat kalian yang mau kesini, jangan lupa bawa bekal makanan sebanyak-banyaknya karena di pulau ini tidak ada fending machine or tempat jualan makanan.

IMG_4557
hidden blue lagoon di Singapore!
IMG_4568
pasir putih bersih

IMG_4569

Gw ingatkan lagi, jangan lupa bawa minuman, makanan, sendal jepit, bikini, lotion anti nyamuk, jas hujan dan payung yaaa! Happy exploring kalian semuaaaa!

 

lot of loves,

CK

A Noodle story – Michelin Guide street food di Singapura

Michelin guide adalah buku pedoman sakti berwarna merah. Kenapa sakti? Karena buku ini merupakan pedoman bagi traveler yang berisikan kumpulan hotel dengan fasilitas dan service tebaik serta tempat makan ter-enak di dunia!

Buku ini diterbitkan oleh perusahaan Perancis bernama Michelin yang merupakan perusahaan yang terkenal sebagai produsen ban automotif. Awalnya buku ini dipublikasikan sebagai pedoman para traveler di Perancis yang berisikan peta, cara mengganti ban, cara mengisi bahan bakar, dimana tempat untuk mencari makan dan tempat untuk menginap. Seiring dengan perkembangan zaman Michelin guide dikenal diseluruh dunia dan menjadi pedoman bagi para pecinta kuliner dalam mencari tempat menginap ataupun tempat makan ter-enak di seluruh dunia. Michelin akan memberikan rating berupa bintang/star 1 sampai 5. Michelin star sangatlah penting bagi pemilik tempat makan di seluruh dunia. Semakin tinggi ratingnya maka tempat makan semakin terkenal dan semakin banyak pengunjung tentunya.

Michelin team akan melakukan inspeksi mendadak menjadi “silent customer” ke tempat makan yang ada. Mereka akan memesan makanan seperti biasa tanpa perlakuan khusus. Michelin team adalah orang-orang yang expert dalam bidang culinary & hospitality. Tidak ada yang tau siapa mereka tetapi kalian yang punya tempat makan, begini kriteria mereka dalam memberikan michelin star :

  1. Kualitas dari produk makanan
  2. Cita rasa yang kaya dan tekhnik memasak
  3. Kepribadian dari juru masak atau koki
  4. Nilai makanan yang sesuai dengan harganya
  5. Konsistensi dari para pengunjung

Salah satu tempat tempat makan yang mendapat 1 bintang dan dipublikasikan dalamย  michelin guide adalah A noodle story. Stand makanan yang berada di Amoy street food center terletak di 7 maxwell road Singapura. Amoy street food center merupakan food court/ hawker center yang berada di CBD (central business district) jadi kalau jam makan siang ramenya minta ampun. Gw ga tau kalau ada street food yang masuk michelin guide juga disini, setau gw cuma restaurant chicken rice yang ada di chinatown.

Jam 12 siang ada sekitar 20 orang mengantri di depan stand dan gw urutan ke 21. sekitar 1,5 jam gw rela mengantri karena gw yakin makanan ini patut di coba melihat antusias orang-orang yang pada ngantri sebelum gw. A noodle story cuma menyediakan satu menu saja yaitu Singaporean ramen dengan 2 ukuran yaitu small seharga SG$ 5.90 dan medium SG$ 7.20. Apa saja isinya?

  1. Meltingly tender Char siu -> irisan daging panggang dengan saus bbq
  2. HK style wanton -> sejenis pangsit rebus yang berisi campuran daging atau sayur
  3. Crispy potato-wrapped prawn -> udang goreng yang dibungkus dengan mie dari kentang dan digoreng (ini unik dan enak banget!)
  4. Hot spring egg -> telur yang direbus dengan rempah sehingga warnanya cokelat
  5. Ramen -> mie yang sudah diberikan kuah rahasia dan kaya akan rasa!

IMG_4463

A noodle story hanya melayani makan siang dari hari senin-jumat saja. Bukanya sekitar jam 10 pagi dan ingat biasanya jam 2 siang semua ramen sudah terjual habis!

Kalian para pencinta kuliner yang akan mengunjungi Singapura wajib mencobanya. Singaporean ramen yang kaya akan cita rasa ini. Buat kalian yang mau kesini naik lah MRT downtown line dan stop di Telok ayer, keluar di pintu C dan temukan maxwell street.Belum lengkap rasanya ke Singapura tanpa mencicipi makanan lokal yang murah dan sudah diakui dunia kelezatannya. Selamat berjuang para pecinta kuliner! ๐Ÿ˜Ž๐Ÿค“

Kategori : non Halal food

lots of love,

CK