Apply LTVP dari MOM Singapura (updated)

Banyaknya pertanyaan yang muncul ke email gw mengenai LTVP membuat gw happy banget berarti banyak yang mampir liat blog gw di website sebelah. Terimakasih sering-sering mampir yaaaa… Sekarang gw mau jelasin dari awal lagi mengenai LTVP di Singapura biar bisa memberikan informasi sejelas-jelasnya.

Awal gw pindah ke Singapura itu dengan pemikiran yang sangat teburu-buru untuk memulai hidup bersama. Gw dan Nico sudah menjalani hubungan LDR dari 2014 dan biaya yang kita keluarkan cukup besar untuk bertemu disetiap weekend. Kita memutuskan agar gw pindah ke Singapura karena jelas kerjaan Nico memiliki jenjang karir yang lebih bagus dan gw harus mendukung itu dengan pindah ke Singapura.

Gw harus memiliki izin tinggal yang legal di Singapura tentunya, ya sama saja seperti orang asing di Indonesia lah ya. Nico adalah warganegara Perancis dan bekerja di Singapura menggunakan EP (Employement Pass) yaitu izin tinggal bagi para pekerja profesional asing, memiliki posisi manager up dan skill tertentu dengan minimal gaji yang telah ditentukan dari MOM. Ada 2 izin yang sesuai untuk gw, yaitu Depending Pass (DP) atau Longterm visit pass (LTVP) apa bedanya?? DP adalah izin yang diberikan oleh MOM (ministry of manpower) kepada istri dan anak dari pemegang EP (Employment pass)Β  dan dapat dibuktikan dengan akta pernikahan/ akta lahir. LTVP adalah izin yang diberikan MOM kepada orang tua, common-law spouse, anak tiri dari pemegang EP (Employment pass) dan dibuktikan dengan akta dari instasi terkait.

Untuk mendapatkan akta pernikahan kita harus menuju ROM (register of marriage) sebenarnya menikah disini sangat gampang, yaitu hanya memerlukan syarat sbb :

  1. Tinggal di Singapura selama 15 hari
  2. Paspor kedua calon pengantin
  3. 2 saksi pernikahan
  4. Mendaftar online dan membayar
  5. Surat cerai/surat kematian apabila pernah menikah sebelumnya

Tetapi sejak tahun 2016 ROM memperbaharui peraturan dengan menambahkan CNI (certificate of No Impediments) atau surat keterangan tidak adanya halangan untuk menikah. Buat gw sebagai WNI gw perlu mengurus surat N1-N6 di RT,RW,kelurahan,kua dll lalu ditranslate ke bahasa Inggris dan dilegalisir di KBRI yang pastinya akan memakan banyak waktu. Lagipula gw dan Nico belum bikin prenup secara oneday gw masih ingin beli rumah di Indonesia. Tanpa adanya prenup hak gw dalam memiliki property akan hilang dari hak milik menjadi hak pakai saja. OH NO!

Singkat cerita kita datang ke kedutaan Perancis untuk mencari informasi mengenai izin gw dan mereka menyarankan agar kita melakukan common-law marriage karena pemerintahan Singapura dan Perancis mengakui jenis pernikahan tersebut. Apa sih Common law marriage? Common law marriage adalah pernikahan yang secara yuridifikasi diakui dibeberapa negara sebagai pernikahan sah tanpa didaftarkan di sipil maupun secara agama. Di Indonesia pernikahan ini tidak diakui dan di Perancis pernikahan ini diakui tetapi tidak akan diterbitkan kartu keluarga. Kedutaan Perancis bisa mengeluarkan surat ini dalam waktu 30 menit dengan biaya € 40. Syaratnya hanya paspor kedua belah pihak, bukti kebersamaan seperti foto-foto dan bukti tempat tinggal. Yup inilah pilihan paling pas untuk kita saat ini dan kedepannya bisa pelan-pelan menyiapkan dokumen lainnya.

Berdasarkan Ministry of manpower (MOM) gw bisa mendapatkan LTVP apabila dokumen dibawah ini telah terkumpul :

  1. Mengisi formulir pengajuan LTVP
  2. Memiliki sertifikat common law marriage dari kedutaan
  3. Paspport calon pemegang LTVP

Pihak yang berwenang untuk apply pass ini hanya HR perusahaan calon sponsor bekerja karena perusahaan harus terdaftar dan memiliki akun resmi online di MOM. Tinggal lakukan pengajuan online menggunakan akun dan membayar biaya SG$ 30. Selesai sudah dan tinggal menunggu kurang lebih 5 minggu untuk MOM memverifikasi dokumen pengajuan. Aplikasi gw di approve dalam waktu 2 minggu saja, termaksud cepat ya.

 

Langkah selanjutnya adalah meminta HR untuk melaporkan ke MOM bahwa gw berada di singapura dan siap untuk melakukan sidik jari dan tanda tangan kartu di MOM. Setelah itu MOM akan mengirimkan jadwal temu dan datanglah ontime sesuai waktu yang ditentukan karena pelayanan disini sangat top markotop!

Setelah lima hari kerja menunggu akhirnya keluar juga ID card dari Republic of Singapore gw, waktu berlaku LTVP gw sampai April 2020 (pokoknya sama dengan EP Nico). Kelebihan dari LTVP akan gw jabarkan di postingan baru yah.

Catatan ya kalau LTVP gw dikeluarkan oleh MOM (Ministry of Manpower) dan jelas sekali beda dengan LTVP yang dikeluarkan oleh ICA. ICA (Immigration check point) adalah instasi lain yang bisa mengeluarkan izin tinggal dengan syarat yang berbeda. Orang yang mengajukan LTVP melalui ICA adalah orang yang memiliki sponsor PR (Permanent Resident of Singapore) atau Singapore citizen. Apabila ada pertanyaan diluar pengalaman, gw udah coba bantu jawab sesuai pengetahuan gw dan gw coba jelaskan di blog update ini.

Lot of loves,

CK

Advertisements