No Airbnb di Singapura!

Gw mau sharing pengalaman salah satu member di group FB. Jadi ceritanya ada sepupu dy yang datang ke Singapura, si sepupu dengan istrinya datang dan sewa kamar dari Airbnb. Buat yang pernah booking lewat Airbnb pasti paham kalau alamat lengkap akan muncul kalau kamar sudah di booked & paid. Singkat cerita sang pemilik apartment memaksa agar calon tamu mau di jemput di Airport changi tanpa tambahan biaya, mereka rada heran tapi mengiyakan permintaannya. Sampai di apartment tidak ada yang aneh, semuanya sama sesuai dengan gambar yang ditampilkan di Airbnb. Tetapi tengah malam ada dua orang tidak dikenal datang dan ternyata orang tersebut adalah orang pemerintahan dari URA (urban redevelopment authority), mereka menanyakan semua data diri tamu dan mereka harus meninggalkan apartment malam itu juga! Bisa bayangkan betapa bingungnya mereka dan saat mereka menghubungi pemilik apartment untuk meminta refund yang sudah dibayarkan selama 4 malam, sang pemilik tidak bisa memberikannya karena dy dalam masalah besar dan dalam proses hukum! what??

Oke kenapa bisa serius begitu di Singapura? Semenjak Februari 2017, pemerintahan Singapura menyatakan bahwa home-sharing sites seperti Airbnb ataupun sewa menyewa properti yang menyalahi aturan adalah ILEGAL dan akan diproses secara hukum. Hukuman bagi pemilik properti yang menyewakan private residences kurang dari 6 bulan atau harian akan dikenakan denda sebesar maksimal SG$ 200.000 dan kurungan penjara maksimal 1 tahun. Hal ini dikarenakan banyaknya keluhan dari pemilik properti lain yang merasa terganggu dengan tamu yang datang. Selain itu mereka merasa tidak aman dengan tamu yang mereka anggap asing dan berganti-ganti setiap harinya. Kalau menurut gw selain itu masalah seperti pembayaran pajak dan tekanan dari para pemilik hotel yang mengalami penurunan pendapatan juga menjadi alasan lainnya.

Gw ga tau peraturan ini akan diubah atau tidak kedepannya, mungkinkah semua pemilik properti yang akan menyewakan propertinya harus memiliki license tertentu seperti di Indonesia? Karena tante gw menyewakan villa di Bali, selain memiliki sertifikasi rumah hunian biasa, tante gw juga memiliki sertifikasi pondok wisata, jadi harus membayar pajak lebih apabila disewa harian oleh pihak ketiga.

Gw bukan orang yang pro atau kontra dengan Airbnb. Sebagai traveler gw merasa sangat terbantu, contohnya waktu gw traveling ke Amerika gw menemukan akomodasi dengan harga yang lebih murah lewat Airbnb. Mungkin buat host juga membantu apabila mereka memiliki kamar lebih yang bisa disewakan karena tentu saja menambah keuangan mereka. Kayak gw sekarang stay di apartment yang kamarnya ada 2 ( sengaja disediain buat teman/keluarga yang mau datang) tetapi lebih sering kosong, coba kalau bisa disewain harian lumayan banget kan uang jajan gw bisa bertambah.

Buat negara-negara yang biaya akomodasi sangat mahal, home-sharing sites memang sangat membantu gw. Tetapi di negara lain dimana dengan Rp.500.000 sudah bisa dapat kamar hotel, jujur gw lebih milih stay di hotel karena menurut gw namanya stay di hotel pasti menggunakan standard perhotelan mulai dari kebersihan, fasilitas dan keamanannya. No offense but I feel way much worth it to pay the hotel.

So, buat kalian yang mau traveling ke luar negeri dan mau menggunakan home-sharing sites dalam mencari akomodasi coba di cek-cek regulasi negaranya, jangan maunya untung malah jadi buntung ya!

Have good day & Share lot of loves,

CK

 

Advertisements

Sushi Express : Makan sushi enak & murah !

Ini pertama kalinya gw main ke Jurong Point mall. Letaknya di central Jurong west di ujung barat Singapura.  Hari itu gw janjian sama Nico untuk dinner bareng disana. Stasiun MRT terdekat adalah Boon Lay (green line).

Diluar ekspektasi gw, ternyata mall yang berada di pinggiran Singapura ini besar sekali, bahkan dinobatkan sebagai “the largest mall in Singapore” terus ION Orchard yang segede itu kalah dong? Gw coba mengelilingi mall yang ternyata isnya sama saja dengan mall lainnya tetapi ada satu sudut unik di sini, yaitu little Mong kok street. Sebenarnya cuma jalanan yang didesain seperti daerah Mong kok di Hongkong. Serius deh kalau kesini berasa kayak di Hong kong beneran (belagu padahal gw belom pernah kesana). Gw suka sih karena sudut ini #Instagramable banget!

Anyway, tujuan utama gw ke Jurong point untuk mencari tempat makan malam untuk kita berdua. Setelah berkeliling mall selama 30 menit, gw tertarik untuk mengantri bersama 20 orang lainnya di depan restaurant Sushi Express. Gw mencoba mencari tahu apa yang spesial disini sampai orang-orang rela mengantri, padahal restaurantnya tidak besar dan kapasitas tamunya juga sedikit. Ternyata cepat juga giliran kita tiba, hanya sekitar 30 menit kita berdua sudah duduk manis di depan sushi bar.

Namanya Sushi Express, ini merupakan salah satu brand restaurant sushi yang ada di Singapura. Semua sushi yang disediakan di sushi bar harganya SG$ 1.5/porsi. Ada semua jenis sushi mulai dari sashimi, maki, nigiri dan gunkan. Teh oca, wasabi dan jahe disediakan secara gratis. Ini merupakan sushi paling murah dan enak yang pernah gw makan di Singapura! Pantas saja kalau orang rela antri panjang demi menikmati sushi disini. Walaupun murah tetapi rasanya tidak murahan loh. Sashimi mulai dari tuna, salmon dan udangnya sangat fresh! Gw baru tahu restaurant sushi ini, biasanya kita selalu makan di Sakae Sushi di dekat rumah, enak juga tetapi harganya cukup mahal.

Ada peraturan mutlak yang harus ditaati oleh pengunjung Sushi Express, yaitu batas waktu makan disini hanya 40 menit saja. Apabila lebih maka akan dikenakan biaya tambahan. Makanan disini “no pork no lard” tetapi tidak ada tulisan halal or non-halal. Ada 17 outlet yang tersebar di Singapura dan bisa kalian datangi. Sayangnya di Indonesia belum ada Sushi Express,  so buat kalian yang berencana untuk datang ke Singapura dan mau makan sushi murah nan enak, langsung saja datang kesini ya!

Lot of loves,

CK

Haw Par Villa : Taman unik wajib dikunjungi!

IMG_6484

Dikenal juga dengan nama Tiger Balm Garden. Ada yang tau Tiger balm? Balsem cap macan, nah taman ini dibangun oleh pengusaha pemilik Tiger balm group yaitu keluarga AW (Aw boon haw & Haw boon par) dengan tujuan mempromosikan produk mereka yaitu “Tiger Balm”.

Kalau menurut gw, taman ini unik dan menarik. Disini banyak diorama dan patung-patung berdasarkan legenda, filosofi, mitologi Cina di zaman dahulu dan yang paling terkenal adalah diorama mengenai “Ten courts of Hell” yang menceritakan tentang neraka dan hukuman yang akan diterima terhadap perbuatan yang dilakukan didunia.

Ada sekitar 1000 patung dan 150 diorama di taman ini. Semuanya penuh warna dan menarik. Banyak sekali karakter yang dibuat berdasarkan legenda Cina mulai dari manusia kera, manusia ikan, manusia kepiting dan masih banyak lagi. Diorama dibangun berdasarkan cerita dimasa lalu, diantaranya :

#TenCourtofHell

Diorama yang menceritakan tentang 10 pengadilan didalam neraka yang dipimpin oleh 10 dewa. Diorama disini sedikit menyeramkan karena menjelaskan tentang hukuman yang harus dijalani atas perbuatan yang tidak baik selama di dunia.

#JourneytotheWest

Merupakan mitologi yang menceritakan tentang seorang pendeta yang membawa kitab suci pada masa dinasti tang.

#FengshenBang

Diorama yang meceritakan tentang jatuhnya dinasti Shang dan berdirinya dinasti Zhou.

#Twenty-four filial exemplars

Menceritakan tentang Zheng sen yang yang belajar mengenai Confucian dan menyebarkannya ke penjuru daerah.

#LegendofWhiteSnake

Diorama yang menceritakan tentang legenda siluman ular putih yang jatuh cinta dengan manusia biasa.

#RomanceofThreeKingdoms

Diorama yang menceritakan tentang penghujung pada masa dinasti han dimana Cina terpecah menjadi 3 negara yang saling bermusuhan.

#LaughingBuddha

Dikenal dengan Budai yang merupakan patung budha yang selalu terlihat tersenyum dengan perut besarnya. Biasanya disebut dengan Fat Budhha. Dalam budaya Cina kuno, karakter budha ini menunjukkan rasa kepuasaan dan kelimpahan.

IMG_6496

Selain itu masih ada patung-patung lain yang tidak bisa gw dapatkan informasinya. Overall Haw par villa wajib untuk didatangi karena taman ini gratis dan beroperasi dari Jam 9 pagi sampai 7 malam. Lokasinya di 262 pasir panjang road dan MRT terdekat adalah Haw Par Villa MRT (circle line / kuning).

Lot of loves,

CK

 

Memulai hidup di Singapura

Selama hampir setahun belakang ini gw tinggal di Singapura. Nama resminya Republik Singapura. Letaknya ga jauh dari jakarta, hanya 1,5 jam saja dan juga salah satu negara ASEAN. Singapura merdeka pada 9 Agustus 1965 dan dari situlah perkembangan dan kemajuan negaranya dimulai. Saat ini Singapura menjadi negara dengan kualitas hidup nomor 1 di Asia dan peringkat ke 11 di dunia.

Menurut gw, kalau dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, Singapura sangat jauh lebih maju. Biaya hidup di Singapura sangat tinggi, mata uang Singapura SGD (Singapore dollar) juga sangat tinggi, apabila dibandingkan dengan rupiah saat ini kurs nya hampir sama denga AUD (Australian dollar) .

Memulai hidup pastinya harus memiliki tempat tinggal. Harga properti di Singapura sangat mahal sekali. Orang yang punya rumah disini sudah pasti kaya raya. Untuk tempat tinggal ada 4 pilihan bagi WNA (seperti gw dan Nico) untuk disewa, ada HDB (Housing and development board), Condominium, Apartment & rumah.

HDB ( housing development board)

HDB adalah properti yang berupa blok bangunan seperti rumah susun yang sangat luas dan biasanya berada di tengah kota dekat dengan mrt/bus station. Bangunan HDB bentuknya hampir sama dan dikelola oleh pemerintah.  HDB tidak memiliki fasilitas seperti kolam renang / gym / lapangan tenis tetapi pemerintahan Singapura sudah menyediakan community center (berisi berbagai macam fasilitas olahraga) di setiap district yang bisa digunakan oleh masyarakatnya. Harga sewa HDB sekitar SG$ 1200 – 5000 tergantung pada luas, kelengkapan furniture dan jumlah kamar yang ada. Ciri khas HDB yang paling gw suka adalah selalu dekat dengan hawker place (food court). Warganegara Singapura dan PR (permanent residence) bisa membeli properti ini dengan mengajukan pinjaman ke bank dan akan mendapatkan hak pakai 99 tahun. Khusus untuk PR hanya bisa membeli properti second di Singapura.

Condominium

Jenis properti yang individual, biasanya hanya terdiri dari 1 unit bangunan yang mewah dan dimiliki oleh swasta. Fasilitasnya lebih eksklusif seperti adanya security, kolam renang dan gym. Bahkan kadang ditambah dengan ruang serbaguna, bbq pit dan lapangan tenis. Condominium di singapura biasanya memiliki kamar studio, penthouse dan multiple rooms unit. Semakin banyak fasilitas, furniture dan semakin strategis lokasinya maka harga sewa condominium akan semakin tinggi. Contohnya yang gw tempatin sekarang lokasinya di East coast, luasnya sekitar 70m2 dengan 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, furniture lengkap dengan kolam renang di rooftop dan gym. Harga sewanya SG$ 2400 / bulan dengan sistem kontrak 2 tahun. Condominium gw termaksud murah dibandingkan dengan beberapa condominium disekitar yang harganya mencapai SG$ 5000 untuk fasilitas yang sama!

Apartment

Sebenarnya apartment hampir sama dengan condominium tetapi harganya bisa lebih murah dan bangunannya lebih tua dibandingkan dengan condominium. Kadang ada kolam renang tetapi ukurannya kecil.

Perumahan (landed property)

Nah ini properti paling mahal baik sewa maupun milik pribadi. Warganegara Singapura menganggap orang yang memiliki rumah berarti orang yang sudah berada di posisi paling atas dari semua society. Mahalnya biaya maintenance, luasnya tanah dan privasi yang sangat tinggi itulah harga yang harus kalian bayar.

Dulu sebelum gw pindah ke Singapura, Nico stay di apartment daerah Clarke quay. Apartmentnya sangat luas, berada di tengah kota dan harganya SG$ 6000/ bulan dibagi dua berarti SG$ 3000 / bulannya. itu belum termaksud dengan listrik, air, sampah dan internet. Sekarang gw bahas mengenai utilities nya yaa :

Instalasi Listrik, Air & Sampah

Listrik, air & sampah dikelola oleh satu perusahaan bernama SPgroup. SPgroup adalah perusahaan energi terbesar di Asia pasific. Langkah awal gw harus membuat akun di SPgroup melalui telepon. Akun berisi semua data dan harus menyertakan rekening tabungan. Setelah akun terdaftar dan nomor pelanggan keluar, gw diminta untuk deposit SG$ 500. Tagihan bulanan akan dikirim melalui pos ke alamat rumah dan pembayaran akan langsung di debit dari rekening tabungan yang terdaftar. Jadi kalian tidak akan pernah telat membayar listrik apalagi kena denda. Pihak Spgroup akan menghitung rata-rata penggunaan listrik dan air setiap bulannya dan mereka akan menagih jumlah biaya rata-rata pemakaian. Setiap 4 bulan sekali orang dari SPgroup akan mencek meteran dan dibulan berikutnya tagihan yang dibayar adalah hasil sesungguhnya dikurangi/ ditambahkan dari pemakaian rata-rata. Untuk sampah biayanya tetap sebesar SG$ 13.5 / bulan.

Internet Broadband

Masalah wifi untuk di rumah kita memilih M1 karena saat mendaftar kita mendapat harga promo flat selama 2 tahun seharga SG$ 44 / bulan dengan kecepatan internet 1GB dan unlimited use. Langkah awalnya kalian bisa mendaftar ke gerai M1, daftarkan semua data dan sertakan rekening tabungan. Mereka akan mengeluarkan kontrak perjanjian dan pembayaran akan langsung di debet ke rekening tabungan yang terdaftar. Di singapura ada 7 provider yang menggunakan optic fiber broadband yaitu : Singtel, M1, singhub, Netlinktrust, Nucleus connect, My republic sg dan ViewQwest. Harganya tentu bervariasi dan bisa kalian sesuaikan dengan budget dan keperluan di rumah. Menurut gw pakai M1 sudah cukup bagus tidak pernah buffering. Di Singapura merupakan salah satu negara dengan internet tercepat di dunia loh!

Mobile Broadband

Hanya ada 3 provider telephone di Singapura yaitu Singtel, M1 dan Singhub. Nah ketiga provider ini selalu memberikan bundle plan dengan HP terbaru. Iphone merupakan brand paling happening banget deh, setiap tipe terbaru release sudah pasti semua apple store dan provider bundle plan dengan pasti habis!!  Singtel adalah provider paling terkenal dan paling mahal kalau menurut gw. Nico saat ini menggunaka Bundle plan Iphone 6s dari Singtel dengan kontrak 2 tahun. Tidak dikenakan biaya pembelian HP tetapi setiap bulannya harus membayar SG$ 100 selama 2 tahun setelah itu Iphone 6s jadi milik pribadi. Saat ini gw pake prepaid sim car dari M1 dengan HP cupu gw, karena gw belom dapat kerjaan tetap di Singapura jadinya gw belum berani ambil kontrak dengan provider.

Alat transportasi

Kendaraan seperti mobil dan motor disini merupakan barang mewah. Contohnya mobil, harganya mungkin sama saja dengan di Indonesia tetapi yang mahal adalah COE (certificate of entitelment) atau plat nomor yang harus diperbarui setiap 10 tahun. Biaya COE itu sendiri bisa mencapai SG$ 50.000 diluar harga mobil dan pajak. So cuma orang berduit who can afford this.

Buat kita yang hidupnya biasa aja bisa menggunakan publik transportasi yang dikelola oleh SBSTransit berupa bus dan kereta. Semua petunjuk sangat jelas di setiap station dan sangat praktis . Gw punya kartu ERP yang bisa digunakan di mrt dan bus. Selalu tap-in dan tap-out ya biar tidak kena denda. Kalau tidak punya kartu ERP ga masalah untuk MRT kalian bisa beli one way tiket di mesin dan kalau di bus tinggal bayar langsung menggunakan uang koin di dalam bus. Gw juga download Mytransport di hp untuk memudahkan dalam mengecek jadwal bus dan mengetahui bus atau mrt apa yang harus gw gunakan untuk mencapai tujuan.

Kendaraan lainnya yang lagi hits adalah obike. Obike adalah aplikasi untuk menyewa sepeda, kalian harus mendowload aplikasinya di playstore / Istore. Setelah itu regristrasi dan diwajibkan memberikan deposit sebesar SG$ 50. Sepeda bisa di sewa sesuai waktu yang diinginkan. Kalian harus mempunyai akun untuk membuka gembok sepeda dan sepeda akan menghitung jarak yang kita tempuh persis seperti fitbit.

Selain itu banyak temen-temen gw yang punya scooter electric. Scooter electric ini bisa di charge dan bisa digunakan up to 2 jam. Kalau batrei nya habis tinggal di lipat dan dibawa didalam bus or mrt deh. Harganya sekitar SG$ 800 – SG$ 3000.

Taxi online juga hits loh di Singapura dan harganya lebih murah dibandingkan taxi biasa. Biasanya gw pake grab buat ke airport kalau bawa koper gede.

Nah yang terakhir taxi meter atau taxi argo. Ada banyak banget perusahaan taxi di Singapura dan harganya cukup mahal. Apabila menggunakan taxi di atas jam 12 malam, akan dikenakan biaya tambahan yang disebut “midnight surcharge” yaitu 50% dari harga meter. Gw jarang banget naik taxi ini karena mahal mending naik bus karena jauh lebih murah. Sepi apa engga penumpangnya tetep jalan ga kayak di Jakarta gw pernah diturunin karena bus nya sepi! Kurang ajar ya 😅

Grocery

Untuk keperluan sehari-hari biasanya gw beli di Giant dan Fairprice yang merupakan supermarket besar dengan harga yang relatif murah. Ada supermarket lain namanya cold storage yang menjual produk premium dan harganya lebih mahal, gw kadang-kadang aja belanja disini. Kalau lagi rajin, gw akan belanja murah ke wet market (pasar tradisional) di Geylang Serai yang buka dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Gw saranin buat semua member grocery karena point dari setiap belanjaan bisa di reedem! Oia pemerintahan Singapura lagi berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik jadi banyak masyarakat yang membawa tas belanjanya sendiri termaksud gw 😎

Buka Rekening bank

Pemerintahan Singapura juga berupaya untuk mengurangi penggunaan uang cash. Jadi setiap bank disini berlomba-lomba memberikan kartu debit dengan fitur terbaik. Untuk membuka rekening bank tidaklah terlalu sulit, syaratnya :

  1. Paspport dan kartu ID Singapura
  2. Keterangan domisili yang bisa dibuktikan dengan tagihan listrik / Internet
  3. Uang untuk deposit awal
  4. Transkip gaji bulanan atau sertifikat pernikahan apabila tidak bekerja

Gw udah 3 kali ganti bank dari Cit*bank, D*S dan U*B. Tabungan Cit*bank gw bikin karena Nico memiliki tabungan yang sama, tapi karena birokrasi yang terlalu bertele-tele akhirnya gw tutup, lagipula ga sanggup karena saldo minimal di Citibank SG$ 5.000. Berikutnya gw buka D*S, syaratnya sama tetapi saldo minimal lebih rendah yaitu SG$ 3000. Gw keep tabungan ini cukup lama sampai seorang temen menjelaskan bahwa di U*B saldo minimalnya hanya SG$ 500. Akhirnya gw tutup DBS dan pindah ke U*B. Di U*B sedikit aneh karena awalnya gw ga bisa buka rekening karena gw ga kerja dan izin gw LTVP. Lah temen gw yang ngerekomendasikan U*B juga ga kerja dan LTVP tapi bisa buka rekening. Setelah diskusi yang panjang akhirnya gw cuma boleh buka join account bareng Nico aneh ya? Apa karena gw orang Indonesia terus temen gw orang Slovakia terus peraturannya beda gitu? Padahal isi tabungannya juga masih banyakan gw. Gw feel offended banget deh walaupun in the end gw dapet rekeningnya.

Asisten Rumah Tangga

Kalau di Jakarta gw manggilnya selalu “Mba” . Mba disini harganya mahal, biasanya berasal dari Indonesia, Myanmar, Filipina. Kalian bisa mendapatkan mba dari kantor helper agency. Biaya untuk hire mba :

  1. Gajinya setiap bulan antara SG$ 650 – 750
  2. Agent fee mencapai SG$ 200 per bulan
  3. Memberikan uang tambahan di hari libur
  4. Membiayai tiket untuk mudik ke negara asal
  5. Membayar asuransi kesehatan dan semua biaya rumah sakit apabila si mba sakit

Bisa juga kalian bawa mba sendiri, misalnya dari Indonesia dan buat permit sendiri tetapi harus melalui jalan panjang sekali. Saat ini gw ga punya mba secara gw masih bisa hadle semua urusan rumah sendiri, mungkin nanti kalo gw kerja fulltime di kantor bakalan hire mba.

Pekerjaan

Last gw mau bahas tentang pekerjaan. Sampai saat ini gw belom kerja resmi di Singapura. Gw masih kerja remotely ngebantu perusahaan di Jakarta dengan bayaran masih rupiah. Kalau kerja freelance / part time di perusahaan Singapura kalian harus daftar ke IRAS (Inland Revenue Authority Singapore) dan membayar pajak. Rata-rata pekerjaan sesuai pengalaman gw memilih untuk hire Singapore citizen or PR but I keep trying to get miracle!

Sekian curhat gw kali ini, semoga membantu buat kalian yang mau relocate ke Singapura! Kalau ada pertanyaan drop di comment or email ya!

Lot of loves,

CK

Makan ‘Pho’ di Long Phung

Pho adalah sebutan untuk makanan khas dari Vietnam berupa mie berkuah dengan irisan daging. Waktu gw ke Ho chi minh banyak banget penjual Pho baik di gerobak pinggir jalan ataupun di restaurant. Waktu gw makan di restaurant harganya sekitar SG$ 2 – 5 mungkin kalau makan di gerobak pinggir jalan akan jauh lebih murah ya but gw ga berani coba karena gw rasa kurang pas buat perut gw yang sensitif ini.

Kali ini gw mau cerita tentang restaurant Vietnam di Singapura namanya Long Phung. Letaknya di 189 Joo Chiat Road, bukanya dari jam 12 siang – 10.30 malam. Waktu gw gooling, gw nemu banyak banget blog yang ngebahas tentang Long Phung terutama blogger lokal dari Singapura, ga salah kalau Long Phung menjadi restaurant Vietnam favorite disini. Setiap jam makan siang dan makan malam, Long Phung selalu ramai didatangi pengunjung yang rela untuk mengantri demi makan disini.

Dari rumah jaraknya sekitar 1,5 km atau 30 menit berjalan kaki. Gw dan Nico berjalan kaki di siang bolong dan sampailah kita di Long Phung. Siang itu sekitar jam 1 ada sekitar 5 group yang sedang antri di depan kita. Sebenarnya di Joo Chiat road ada banyak sekali restaurant Vietnam tetapi tidak seramai di Long Phung ini.

Giliran kita pun tiba, saat kita ngantri gw udah baca menu yang dipajang di luar. Ada bermacam-macam makanan Vietnam dari yang berkuah sampai yang kering. Jelas kita langsung memesan Pho dengan daging brisket sapi. Rasanya persis banget sama yang di Vietnam! Soalnya gw pernah coba makan di restaurant Vietnam lain di Singapura, rasanya biasa aja cenderung hambar. Kuah Pho nya sangat berasa, karena banyak banget daun-daunan yang dicampur. Brisket daging sapinya juga lembut banget pokoknya mak nyus kalau kata pak bondan. Harganya SG$ 7.5 / porsi dan mereka hanya menerima pembayaran tunai.

Semenjak kita coba makan di Long Phung, setiap ada temen atau keluarga yang doyan makanan Vietnam selalu kita bawa kesini. Bahkan papa mertua gw yang setiap tahun selalu liburan ke Vietnam bilang kalau Pho nya enak. Selain Pho banyak makanan lain yang bisa kalian coba. Gw pernah coba makanan lain tetapi Pho lah yang menjadi makanan favorite gw disini!

Setelah makan di Long Phung kalian bisa jalan-jalan disekitar Joo Chiat Road banyak sekali shop house bergaya kuno disini dan yang pasti instagramable banget. So foodie selamat mencoba ya!

kategori makanan non-halal

Lot of loves,

CK