Sunday trekking di Coney Island

Minggu kemarin gw dan Nico memilih untuk trekking ke Coney Island. Masih di Singapura, pulau ini dulunya dikenal dengan nama Pulau serangoon (bahkan di googlemaps namanya masih pulau serangoon). Letaknya di timur laut negara Singapura, pulau ini dulunya memiliki luas area 13 hektar dan sekarang setelah reklamasi menjadi 133 hektar!

Di Oktober 2015, pemerintahan Singapura menghubungkan Coney Island dengan mainland Singapura menggunakan jembatan dan pintu masuk dari sisi barat dan timur. Sisi barat berada di Punggol promenade / Punggol point walk. Saran gw mulailah perjalanan ke Coney island dari sini karena lebih mudah! Hanya ada 1 bus menuju Punggol Promenade dari terminal bus Punggol yaitu bus nomer 84.

Perlu diingat bahwa di Coney Island tidak ada fasilitas apa-apa bahkan toilet pun tidak ada. Ada dua cara yang bisa dipilih saat mengelilingi Coney island yaitu berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Jarak dari sisi barat menuju timur sekitar 2.5km apabila ditambah berjalan kaki di jalan kecil diluar jalur utama akan bertambah panjang tentunya.

Vegetasi di Coney Island berupa mangrove, rawa, dan mayoritas tanahnya ditumbuhi pohon cemara yang tingginya mencapai 3,5 meter dengan diameter 2 meter. Banyak sekali burung di Pulau ini dan kalau beruntung kalian bisa menemukan berang-berang dan sapi hutan.

Untuk beristirahat kalian bisa menuju Coney Island west promenade, disitu kalian bisa menemukan batang-batang pohon besar yang bisa dijadikan tempat duduk dan menghadap langsung ke shorline Johor Malaysia. Ada 5 titik pantai yang disebut beach point A,B,C,D,E yang bisa kalian jadikan tempat istirahat juga tetapi pantainya sudah tekontaminasi dengan plastik dan limbah dari kapal-kapal besar yang melintas. miris.

Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam, kita sampai di pintu masuk sisi timur yang berada di lorong halus dan Pasir ris indutri area. Apabila kalian menemukan dam besar berarti kalian ada di sisi ini. Kalau kalian berjalan kaki kayak kita, ikuti petunjuk ke arah park connector sampai menemukan lorong halus bridge dan cari kadaloor LRT. Kalau masuk dari sisi timur menurut gw lebih panjang dan complicated.

Sekian cerita dari Coney Island Park, overall disana itu sangat sunyi, menenangkan dan memberikan energi positif. Jangan lupa berbekal minum, makanan secukupnya dan spray anti serangga ya!

Lot of loves,

CK

Sepeda-an di Pulau Ubin Singapura

Mapboard Sign
Courtesy nparks.gov.sg

Hallloooooooowwww Apa kabar semua??

Gw mau cerita tentang weekend gw sama nico, kali ini kita explore ke Pulau ubin. Pulau ubin adalah pulau kecil yang luasnya 10,19 km2 terletak di timur laut Singapura. Satu-satunya cara menuju ke Pulau Ubin adalah menyebrangi laut menggunakan kapal dengan kapasitas 12 orang dari Changi point ferry terminal. Biaya yang dikenakan adalah SG$ 3/ orang. Kapal akan berangkat apabila penumpang sudah mencapai 12 orang dan perjalanan menuju Pulau ubin memakan waktu sekitar 15 menit saja.

Pulau ubin terkenal untuk hiking dan bersepeda. Sesampainya di dermaga Pulau ubin kalian akan disambut dengan toko yang menyewakan sepeda. Harga sewa untuk seharian yaitu $5 – $25 tergantung jenis sepeda dan sesuaikan juga tergantung dengan budget kalian ya! Kita memilih sepeda dengan gear yang bisa diubah-ubah sehingga memudahkan kita untuk menanjak dan menurun, harganya SG$ 10 untuk sehari penuh.

Persepedaan pun kita mulai, hal pertama yang kita lakukan adalah mencari peta penunjuk jalan. Tenang saja disetiap sudut pulau kalian bisa menemukan peta jadi tidak perlu takut tersesat. Ada beberapa trail yang bisa dilalui dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Kalau kalian sewa sepeda biasanya akan dikasih map gratis dari toko.

Semakin masuk ke dalam pulau, kalian akan merasakan suasana yang sangat berbeda seakan-akan kalian berada di Singapura pada tahun 1960an. Kalian akan disambut dengan kebun kelapa sawit dan kebun karet. Jalanan disini hanya sebagian yang di aspal, sisanya masih berbatu dan menanjak parah! Matahari yang super terik dan kondisi jalanan yang naik turun bener2 menguras energi gw, hampir setiap 500m gw istirahat karena ngos-ngosan parah banget! Buat yang jarang naik sepeda kayak gw, gw ย  saranin jangan ke Blue square grade trail (trail biru) dan Black diamond grade trail (trail hitam) karena jalanannya kecil, berbatu dan kondisi jalanannya naik turun bahkan ada yang udah turunan dan menikung! Lebih baik kalian yang mau enjoy santai naik sepedahnya, pilih lah trail abu2 (grey trail) karena jalannya besar dan di aspal jadi mengayuh sepedanya ga begitu berat.

ย Selain jalur sepeda, ada beberapa spot yang hanya bisa kalian datangi dengan berjalan kaki. Jadi kalian diharuskan memarkirkan sepeda di tempat yang sudah disediakan dan hiking deh. Oia kalian harus ingat jenis sepeda kalian yah karena sepeda disini hampir sama semua dan kadang tertukar. Gw saranin kasih tanda or sewa kunci sepeda di toko tempat kalian sewa. Kita stop di beberapa hiking place, salah satunya ini yang keren abis namanya Puaka hill. Waktu tempuh sekitar 15-20 menit untuk sampai ke puncak. Jalanannya sangat berbatu dan banyak sekali anak tangganya. Banyak orang kesini untuk mengejar sunset karena pemandangan dari danau bekas tambang yang disebut “ubin quarry” yang super keren!
Selanjutnya kita bersepeda ke Chek Jawa wetlands yang merupakan salah satu wilayah reklamasi di Singapura. Disini sangat unik dan kaya akan ekosistem. Kalian harus parkir sepeda di dekat Punai hut dan berjalan kaki menuju broadwalk berupa jalur sepanjang 1 km memutari hutan mangrove. Broadwalk ini tergantung dengan pasang surut, apabila pasang tentu saja kalian tidak bisa masuk sama sekali ke taman mangrove ini.
Buat kalian yang mau kesini jangan lupa persiapkan sun cream, topi, cream anti nyamuk, sepatu, jas hujan dan bawalah bekal makanan. Di pulau ubin banyak restaurant seafood tapi gw g tau enak apa engga dan yang pasti mahal ya namanya juga Singapura.
Sekian cerita dari gw, semoga membantu dan menambah pengetahuan kalian!
Lots of love,
CK